Soal Sopir Blokir Jalinbar Pesawaran, Propam Polda Turun Tangan
Muhammad Iqbal
Jumat | 25/09/2020 14.53 WIB
Soal Sopir Blokir Jalinbar Pesawaran, Propam Polda Turun Tangan
Ilustrasi Rilislampung.id

RILIS.ID, PESAWARAN – Polda Lampung langsung bereaksi terkait adanya video para sopir angkutan jenis pickup yang sempat memblokir jalan lintas Barat (Jalinbar) tepatnya dekat Tugu Coklat, Pesawaran, Kamis (25/9/2020) malam.

Mereka demonstrasi lantaran mengaku sering di razia di sekitar Tugu Coklat yang lokasinya dekat dengan pos Satlantas Polres Pesawaran.

Baca: Sering Dirazia, Sopir Blokir Jalinbar Pesawaran, LPW: Copot Kapolres dan Kasatlantas!

Kepala Bidang (Kabid) Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Lampumg Kombes Joas Feriko Panjaitan memastikan bakal menurunkan timya untuk menyelidiki peristiwa tersebut.

”Jika terbukti adanya pelanggaran, maka akan kami proses penegakkan hukumnya,” janji Joas kepada Rilislampung.id. melalui sambungan telepon, Jumat (25/9/2020).

Diketahui, penyebab para sopir angkutan itu meradang lantaran mereka mengaku setiap hari selalu dirazia di sekitar Tugu Coklat. Yang lokasinya persis bersebelahan dengan pos Satlantas Pesawaran.

Ketua Lampung Police Watch M.D. Rizani mengatakan, saat kejadian pemblokiran jalan, timnya berada di lapangan dan sempat memvideokan peristiwa tersebut.

Video itu pun sempat dikirimkan ke redaksi Rilislampung.id.

Dalam video itu, terlihat para sopir angkutan mulai pisang dan lainnya berteriak terkait razia yang menurut mereka dilaksanakan setiap malam.

”Tiap malam (razia, Red) Pak, cari duit,” ujar salah satu sopir dalam video itu.   

”Tugu Coklat ditutup. Biar malu sekalian!” teriak sopir lainnya di video tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kasatlantas Pesawaran AKP I Wayan Budiarta meyakinkan pihaknya tidak pernah melakukan razia dalam bentuk apapun pada saat pandemi Covid-19 ini.

”Dari kita enggak ada razia, apalagi setiap hari. Sejak covid kami tidak pernah gelar razia, ada juga kami hanya melakukan pengamanan rawan pagi dan sore, biasa kami sebut Pam rawan pagi dan sore,” ujarnya kepada Rilislampung.id melalui sambungan telepon, Jumat (25/9/2020).

Disinggung mengenai beredarnya sebuah konten video yang menunjukan antrian panjang kendaraan serta berisi keluhan para pengguna jalan atau pengendara, Wayan mengaku sedang melakukan evaluasi terkait hal tersebut.

”Itu akan kita telusuri, biasanya di sana memang ada penumpukan karena adanya akses keluar masuk perumahan sebelum Tugu Coklat itu. Karenanya, nanti sore kita akan melakukan pengecekan di lokasi apakah benar adanya hal itu,” ucapnya.(*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID