TNI-Polri Perketat Mobilisasi Massa Jelang Aksi 1812, Tiga Warga Gagal Nyeberang
Ahmad Kurdy
Kamis | 17/12/2020 23.15 WIB
TNI-Polri Perketat Mobilisasi Massa Jelang Aksi 1812, Tiga Warga Gagal Nyeberang
Foto: ilustrasi.

RILIS.ID, Lampung Selatan – Jelang aksi 1812 di Istana Negara Jakarta pada Jumat (18/12/2020), ratusan personel TNI dan Polri yang disiagakan sejak Kamis (17/12/2020) pagi masih terus melakukan operasi hingga malam ini di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel).

Diketahui, massa simpatisan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang mengatasnamakan Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK NKRI) akan menggelar aksi bertajuk 1812 di Istana Negara, Jakarta pada esok hari.

"Masih berjalan. Ini kita operasi, kita perketat pergerakan masyarakat yang ingin menyeberang,” kata Kapolres Lamsel AKBP Zaky Alkazar saat dihubungi Rilislampung, Kamis malam.

Zaky menyatakan kegiatan dilakukan untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat. Karena menurutnya, Jakarta tengah zona merah Covid-19.

“Di Jakarta juga kan zona merah, kita imbau kalau tidak ada kegiatan yang jelas, mau ke mana? Kita imbau pulang," jelasnya.

Pihaknya menyisir setiap kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Jika ditemukan ada penumpang atau pengendara yang tidak memiliki tujuan jelas, maka diminta untuk putar balik.

"Kita tahan tidak ada, tapi yang setelah kita berikan imbauan dan mengerti ada. Kita imbau, kita berikan pengertian," ujar Zaky.

Hingga malam ini, kata Zaky, terdapat tiga warga yang pulang ke tempat asalnya setelah diberikan imbauan oleh petugas.

"Yang pulang sendiri ada tiga orang, yang tujuannya tidak jelas ya. Mereka menggunakan angkutan umum," pungkasnya.

Pada kegiatan ini, TNI dan Polri menerjunkan satu pleton prajurit TNI AD, satu pleton Marinir, satu pleton Brimob, satu pleton Sabhara, satu pleton Reskrim, dan satu pleton Satpol PP Lamsel. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID