TPA Bakung Siaga Kebakaran

Minggu | 14/10/2018 18.42 WIB
TPA Bakung Siaga Kebakaran
Seorang pemulung berjibaku di antara kepulan asap yang berasal dari kebakaran yang terjadi di salah satu titik di TPA Bakung. FOTO Dokumentasi/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung kini tengah bersiaga. Bencana kebakaran siap mengintai kapan pun. 

Seperti diketahui, hampir setiap tahunnya TPA Bakung mengalami kebakaran pada musim kemarau. Kandungan zat metana pada sampah menjadi salah satu faktor penyebab kebakaran. 

"Beberapa hari lalu terjadi kebakaran di salah satu titik sampah. Tapi begitu nyala kita langsung turunkan alat berat, Alhamdulillah dalam waktu satu jam api bisa dipadamkan. Tidak sampai memanggil pemadam kebakaran," kata Kepala UPT TPA Bakung, Setiawan Batin, Minggu (14/10/2018). 

Dirinya menjelaskan, penyebab kebakaran bukan faktor kesengajaan agar tumpukan sampah cepat habis. Namun, ini merupakan fenomena alam. 

"Jadi dari tumpukan sampah lama yang ada di bawah itu bisa menghasilkan gas metan, kemudian ditambah cuaca terik matahari bisa memicu ledakan gas yang akhirnya menyebabkan kebakaran," terangnya. 

Setiawan mengaku, pihaknya memang tengah was-was dengan kondisi TPA Bakung yang masih menggunakan sistem open dumping ini. Pasalnya, faktor ini juga yang menyebabkan gas metan meledak. 

"Jujur saja cuaca belakangan ini buat was-was, panasnya luar biasa. Kami berharap tidak ada kejadian kebakaran besar seperti beberapa tahun yang lalu. Sistem open dumping kita yaitu memadatkan sampah lama dengan sampah yang baru dengan alat berat menjadi salah satu penyebabnya," paparnya. 

Sementara, Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandarlampung, M. Rizki, mengatakan pihaknya tidak menerima laporan terjadinya kebakaran di TPA Bakung beberapa waktu lalu. 

"Tidak ada laporan yang masuk ke kami untuk memadamkan api di sana. Mungkin benar terjadi kebakaran tapi sudah bisa diatasi sendiri sehingga tidak perlu dibantu petugas," ujarnya.(*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID