Tangani Pelaku Curanmor, Polisi Obral Peluru
lampung@rilis.id
Rabu | 31/03/2021 17.02 WIB
Tangani Pelaku Curanmor, Polisi Obral Peluru
Ilustrasi: rilislampung.id/ Kalbi Rikardo

RILIS.ID, Bandarlampung – Genderang perang terhadap pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan begal terus ditabuh Polda Lampung dan jajarannya.

Instruksi Kapolda Irjen Hendro Sugiatno untuk menindak tegas pelaku curanmor ditindak lanjuti. Catatan Rilisid Lampung, dalam jangka waktu lima hari, lima pelaku curanmor pada beberapa daerah di Lampung ditembak polisi.

Pengungkapan yang dilakukan di antaranya dilakukan Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Tanggamus, di Desa Talagening, Kota Agung Barat, Tanggamus pada Rabu (24/3/2021).

Dari tersangka bernama Edi Kurniawan (31), polisi menyita dua unit sepeda motor dan sebuah ponsel hasil pencurian di dua wilayah di Tanggamus. Menurut polisi, tersangka telah melakukan 14 kali pencurian sepeda motor di Kecamatan Gisting, Talangpadang, dan Pugung bersama tiga rekannya yang masih buron.

”Tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas terukur (ditembak) di bagian kaki kanannya, karena melawan saat akan ditangkap,” ujar Kasatreskrim Polres Tanggamus Iptu Ramon Zamora dalam siaran pers yang diterima Rilislampung.id (grup Rilisid Lampung), Jumat (26/3/2021).

Kemudian, pada Kamis (25/3/2021), timah panas juga ”dihadiahi” personel Tekab 308 Polres Tulangbawang kepada dua tersangka pencurian dengan kekerasan atau pembegalan.

Kedua tersangka bernama Sepni (29) dan Candra (21). Menurut polisi, kedua tersangka yang merupakan warga Kecamatan Menggala Selatan, Tulangbawang itu merupakan residivis dengan kasus yang sama.

Kedua tersangka juga dikenal sadis, karena tidak segan melukai korbannya jika melawan. Bahkan, kedua tersangka kerap mengaku sebagai polisi saat menghentikan kendaraan korbannya.

Lalu, pada Senin (29/3/2021), dua peluru mengakhiri perlawanan tersangka curanmor Gusta Effendi (19). Polisi menembak betis kedua kakinya.

Aparat Polresta Bandarlampung menangkap pemuda itu di kediamannya di Desa Negarabatin Kecamatan Jabung, Lampung Timur.

Penggerebekan dilakukan tim gabungan dari Tekab 308 Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandarlampung dan Polsek Sukarame.

Kasatreskrim Kompol Resky Maulana menjelaskan, Gusta tercatat melakukan pencurian di 11 tempat kejadian perkara (TKP) di Bandarlampung dan Lampung Selatan.

Satu unit sepeda motor dijual dengan harga Rp3 juta yang dibagi dua dengan rekannya yang berperan sebagai ’pemetik’.

Rata-rata per sepeda motor ia menerima Rp1,5 juta. Terendah Rp1,3 juta. Uang, katanya, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan orangtua.

Polisi mengamankan barang bukti sepeda motor Yamaha N-Max dan spare part kendaraan yang diduga curian. Polisi masih memburu pelaku lainnya, HS dan RS.

Atas perbuatannya, Gusta terancam  Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan hukuman maksimal lima tahun penjara.

Di hari yang sama (Senin, 29/3/2021), tersangka curanmor bernama Hamid (56), warga Desa Kotajawa, Kecamatan Waykhilau, Pesawaran, juga diberi hadiah timah panas oleh polisi.

Tersangka terpaksa ditembak, karena mencoba melawan saat akan ditangkap Tekab 308 Polres Pesawaran bersama Polsek Kedondong.

Kasatreskrim Polres Pesawaran AKP Eko Rendi Oktama menjelaskan, tersangka ditangkap setelah melakukan pencurian di Desa Tanjungkerta. Korban kehilangan satu  unit motor Honda Revo warna hitam B 3719 SPY.

”Saat akan ditangkap, tersangka melawan, sehingga terpaksa diberi tindakan tegas terukur. Tersangka kemudian langsung dibawa ke Mapolres Pesawaran untuk diperiksa lebih lanjut,” ungkap AKP Eko, Selasa (30/3/2021).

Dari tersangka, polisi menyita barang bukti satu unit motor milik korban. Polisi pun masih melakukan penyelidikan, guna mencari apakah ada kawanan tersangka yang merupakan sindikat pencuri lainnya. (*)

 

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID