Ada Apa Joko, Mengapa Menghindar? BK Minta Istikharah

Rabu | 17/10/2018 12.46 WIB
Ada Apa Joko, Mengapa Menghindar? BK Minta Istikharah
Joko Purwanto (pegang ponsel) buru-buru pergi meninggalkan DPRD Lampung usai diperiksa BK. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – Pemeriksaan Joko Purwanto, mantan staf komisi I DPRD Lampung di Badan Kehormatan (BK) begitu lamanya. Dimulai sekira pukul 10.00 hingga pukul 12.08 wib, Rabu (17/10/2018).

Usai dimintai keterangan, PNS yang diduga memalsukan tanda tangan pimpinan DPRD Lampung itu langsung buru-buru pergi.

Wartawan berusaha mengejar, tapi langkahnya lebih cepat. Setengah berlari, dia kemudian menghilang.

Ketua BK DPRD Lampung, Abdullah Fadri Auli, mengatakan hari ini pihaknya mengundang tiga orang. Yakni Joko Purwanto, Beni Mulya, dan Ariansyah.

"Sebagaimana pemeriksaan saksi, dilakukan terpisah. Yang pertama diperiksa Joko," kata Abdullah.

Menurutnya, Joko terkesan masih ada yang ditutup-tutupi. Prosedur dia sebagai koordinator di staf komisi I pun tidak dijalankan.

"Penjelasannya tidak sinkron dengan yang diceritakan oleh saksi-saksi sebelumnya," urainya.

Karena ini terkait status aparatur sipil negara (ASN), pihaknya memberikan waktu bagi Joko untuk merenung di rumah.

"Soalnya saat diperiksa terlihat kegalauan dan ketidaknyamanannya. Terkesan dia tertekan untuk berkata sebenarnya. Besok kita panggil dia kembali, saya suruh dia ngobrol dengan keluarganya," tegasnya.

BK menginginkan Joko berterus-terang dan tidak takut.

"Prosedurnya kan harus berdasar perintah pimpinan dan didasarkan hasil rapat internal. Dari rapat itu suruh staf untuk tindaklanjuti buat surat, komisi tidak bisa buat surat jika belum ada rapat pimpinan, karena membawa nama lembaga," paparnya.

Aab –sapaan akrabnya, menyarankan Joko salat Istikharah terlebih dahulu terkait masalah yang dia hadapi.

"Karena saya lihat, secara psikologis dia masih ada yang disembunyikannya, sehingga jawabannya masih ‘lari-lari’ dan seperti mau nangis. Saya lihat psikologinya terguncang, jadi kita tunda sementara," tutupnya. (*) 

 

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID