Ada Ladang Ganja Lagi di Kotaagung Timur, Kapolda: Tanahnya Subur
Muhammad Iqbal
Jumat | 09/11/2018 13.36 WIB
Ada Ladang Ganja Lagi di Kotaagung Timur, Kapolda: Tanahnya Subur
Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto usai salat Jumat di Masjid Mapolda Lampung, Jumat (9/11/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ M.Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Polisi dua kali menemukan ladang ganja di Kecamatan Kotaagung Timur, Tanggamus dalam tempo kurang dari delapan bulan.

Aparat karenanya masih menyelidiki kaitan penemuan pertama pada Rabu (7/3/2018) dengan yang kedua, Senin (29/10/2018).

”Kita apresiasi kinerja Satresnarkoba Polres Tanggamus,” ujar Dirrenarkoba Polda Lampung, Kombes Shobarmen, Jumat (9/11/2018).

Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto sendiri menyatakan keberhasilan ini atas kerjasama Polda Lampung dengan masyarakat.

”Kita berterimakasih atas kerjasama ini. Kita juga sudah mencabuti pohon ganja itu,” katanya usai salat Jumat.

Purwadi menduga Kecamatan Kotaagung Timur selalu jadi pilihan untuk berladang ganja karena tanahnya subur.

Adalah Tim gabungan Tekab 308 dan Satresnarkoba Polres Tanggamus yang mengungkap ladang ganja di Pedukuhan Tulung Balak Dusun Kedaung Pekon Sukabanjar, Kotaagung Timur, ini.

Pengungkapan ini berdasar penyelidikan setelah adanya informasi dari masyarakat terkait penjualan daun ganja basah.

Dari lahan barang haram seluas sekitar 2 hektare itu, terdapat tiga titik lokasi penanaman.

Yang diamankan batang ganja siap panen berjumlah 80 batang pohon setinggi 2 meter, 20 batang kecil setinggi 70 cm, dan 21 masih disemai.

Guna mencapai lokasi ladang, butuh jarak tempuh kurang lebih sekitar 10 kilometer dari Kotaagung, Tanggamus menggunakan kendaraan.

Kemudian dilanjutkan tiga jam berjalan kaki mendaki gunung. Tim bahkan harus bermalam di hutan.

Turut diamankan M. Yusuf (59), pengurus ladang. Polres Tanggamus juga menetapkan pemilik ladang, Awi, sebagai buronan alias daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma didampingi Kasat Reskrim AKP Devi Sujana, Kasat Narkoba Iptu Anton Saputra, dan Kasat Intelkam AKP Samsuri, mengungkapkan hal itu dalam konferensi pers di Mapolres Tanggamus, Kamis (8/11/2018).

Made Rasma mengatakan, petugas gabungan sudah berupaya mengejar Awi warga Pekon Kagungan, Kotaagung Timur. Namun ia berhasil lolos.

"Awalnya tersangka M. Yusuf sempat melarikan diri ke Pulau Jawa, bersembunyi di Kecamatan Cimanggis Kota Depok Provinsi Jawa Barat. Namun akhirnya berhasil ditangkap di rumah anaknya, Senin (5/11/2018, Red)," ujar Made Rasma.

Dari hasil pemeriksaan, Yusuf mengaku sudah tiga kali memanen ganja tersebut dan mendapatkan upah Rp100 ribu - Rp250 ribu per minggu dari hasil penjualan ganja.

Selain ganja, aparat juga mengamankan barang bukti satu unit handphone untuk berkomunikasi.

Atas perbuatannya Yusuf dijerat Pasal 111 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup, penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Yusuf sendiri menuturkan dirinya menanam ganja sekitar tiga tahun lamanya. Tersangka tahu jika ganja adalah tanaman terlarang.

"Karena Awi meminta saya membantunya. Sebab posisi ladang ganja bersebelahan dengan kebun saya," tutur Yusuf. 

Kali pertama, ladang ganja seluas 1.000 meter persegi ditemukan di atas pegunungan Tanggamus. Tepatnya di Dusun Kandis Pekon Lampungbaru, Kotaagung Timur, Rabu (7/3/2018).

Ladang ganja pertama kali ditemukan warga sekitar. Jumlahnya 600 batang ganja siap panen dan 1.000 bibit semaian. (*)

 

 

 

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID