Adu Ketokohan dan Amunisi, Lampung I Jadi Dapil Neraka - RILIS.ID
Adu Ketokohan dan Amunisi, Lampung I Jadi Dapil Neraka

Selasa | 14/08/2018 22.40 WIB
Adu Ketokohan dan Amunisi, Lampung I Jadi Dapil Neraka
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Bandarlampung – Daerah pemilihan (dapil) Lampung I untuk DPR RI layak disebut ”dapil neraka”. Pasalnya, sejumlah tokoh bertarung untuk memperebutkan jatah sepuluh kursi di sini.

Tentu bukan hanya adu elektabilitas atau popularitas. Tapi juga jor-joran ”amunisi” demi satu tujuan: menang!

Mereka umumnya berada di nomor urut satu. Terdiri dari sejumlah mantan kepala daerah, pimpinan partai politik, rektor, dan pengusaha.

Tak ketinggalan, anggota DPR RI yang berambisi untuk terpilih lagi alias petahana. Sampai-sampai Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, juga melirik. Pada pemilu sebelumnya, Zulhas –sapaan akrabnya, mengantongi 174.144 suara.

Dapil Lampung I meliputi Lampung Selatan, Bandarlampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Kota Metro.

Daftar caleg sementara (DCS) yang dirilis KPU RI di laman http://kpu.go.id/koleksigambar/DCS_LAMPUNG_I.pdf, merincikan nama-nama petarung kaliber dengan nomor urut satu dalam pemilu 2019 itu.

Partai Gerindra misalnya, ada Sekjend Ahmad Muzani yang saat ini menjabat Wakil Ketua MPR RI. Pada Pemilu 2014 dia mendapatkan 48.379 suara.

Kemudian Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Almuzamil Yusuf, yang juga mantan Ketua Umum PKS. Sebelumnya ia mengantongi 43.974 suara.

Berikutnya Sekjend DPP Partai Golkar, Lodewijk F Paulus, mantan Plt. Ketua Golkar Lampung; Hidir Ibrahim (PKB); Taufik Basari (Plt. Ketua NasDem Lampung); Sudin (Ketua DPD PDIP Lampung); Muhammad Ali (Ketua DPD Partai  Garuda); dan Ferdinan Sampurna Jaya, mantan anggota DPR RI periode 2009-2014 dari Hanura.

Caleg-caleg dengan nomor urut dua pun tak kalah mentereng. Semisal Gunadi Ibrahim (Ketua DPD Gerindra Lampung), Muhammad Kadafi (Rektor Universitas Malahayati/PKB); Imer Darius (Wakil Ketua DPRD Lampung/Demokrat).

Nomor urut di bawahnya juga tak boleh dianggap sepi. Catat saja Dwie Aroem Hadiatie, anggota DPR RI petahana dari Golkar dengan nomor urut 4 dan Riza Mirhadi, anggota DPRD Lampung dengan nomor urut 5 dari Golkar).   

Sejumlah mantan kepala daerah ikut berebut kursi DPR RI. Antara lain, mantan Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri yang mendapatkan nomor urut empat dari PDIP.

Lalu, mantan Bupati Lampung Utara Zainal Abidin nomor urut 10 PDIP dan mantan Bupati Pesawaran, Aries Sandi Darma Putra, caleg PAN nomor urut 10.

Berikutnya mantan Bupati Lampung Selatan Zulkifli Anwar yang saat ini petahana DPR RI nomor urut satu Demokrat dan mantan Bupati Tanggamus Fauzan Syai yang pernah menjadi anggota DPR RI 2009-2014, caleg NasDem nomor urut 5.

Selanjutnya, mantan Cawabup Pringsewu, Dewi Arimbi, dari PPP nomor urut satu dan mantan Wakil Bupati Pringsewu Handitya Narapati nomor urut 6 PDIP. Nama terakhir anak mantan Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP.

Dikonfirmasi terpisah, Taufik Basari mengakui pertarungan di Lampung I bakal sengit. Namun demikian, hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk meraih kursi tersebut. 

"Pertama saya tetap optimistis, caleg NasDem mendapatkan suara yang signifikan. Karena setiap caleg punya cara dan strategi masing-masing untuk meyakinkan layak dipilih masyarakat," kata dia via ponselnya, Selasa (14/8/2018). 

Dia sendiri mengandalkan apa yang telah diperbuat selama ini dengan membela hak-hak rakyat yang tertindas. 

"Saya bertahun-tahun di LBH (lembaga bantuan hukum). Kedua mengandalkan mesin caleg dan ketokohan di Provinsi Lampung," paparnya. 

Atas dasar itu, dia mengaku tidak takut dengan kekuatan ”amunisi” kompetitornya.

Tobas yang juga juru bicara pasangan calon presiden Jokowi-Ma'ruf Amin, juga memanfaatkan meraih suara di pileg saat dimulainya kampanye di akhir September mendatang. 

Mukhlis Basri juga mengatakan hal sama. Banyaknya saingan baginya justru menjadi tantangan tersendiri. 

"Kita ikhtiar dahulu  karena kita ditugaskan parpol untuk mencalonkan di DPR RI,  kita harus siap dan insyaallah kita bisa mencapai itu," yakinnya. 

Dia juga mengandalkan kekuatan kader PDIP di Lampung. Apalagi dirinya pernah berbakti untuk Lampung Barat selama dua periode.

”Mudah-mudahan masyarakat tidak lupa dengan apa yang sudah kita perbuat selama ini," tutupnya. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID