Air Minim Akibat PDAM Pasang Fiberglass

Selasa | 03/12/2019 21.06 WIB
Air Minim Akibat PDAM Pasang Fiberglass
Foto: rilislampung.id/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Masyarakat dari beberapa kecamatan di Bandarlampung, mengeluhkan minimnya aliran air dari perusahaan daerah air minum (PDAM) beberapa hari terakhir.

Sri, salah satu warga Kedamaian yang meruapakan pelanggan PDAM mengatakan, air PDAM di tempatnya sudah macet sejak satu bulan lebih, kemarin terakhir ngalir cuma sedikit, kurang lebih dua sampai tiga ember.

Sri mengaku, dalam satu bulan pihaknya membayar tagihan PDAM sebanyak Rp 200 ribu dan dibayarkan tepat waktu.

"Saya bayarnya selalu tepat waktu, saya bayar di Indomaret, pihak PDAM pun tidak ada konfirmasi ke warga jika ada masalah teknis," imbuhnya.

Karena kekeringan tersebut dirinya pun terpaksa meminta kepada tetangga. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mencuci, mandi dan yang lainnya meminta kepada tetangga sekitar rumahnya. "Kita minta supaya airnya lancar, karena kita kan bayarnya juga lancar," ungkapnya.

Hal yang sama juga dirasakan  Misran, warga Puri Way Halim. Ia mengaku sudah kurang lebih sudah enam hari tidak mengalir airnya.

"Tetapi meteran air tetap berjalan namun hanya angin saja yang keluar. Kan kadang-kadang kita buka kran terdengar bunyi "ces" berarti meteran jalan," ujarnya. 

Ia juga mengatakan, keluhan ini juga dirasakan oleh pelanggan yang terdampak sekitar 20-30 an orang khusus untuk di Puri Way Halim.

"Karena sekarang kan sudah banyak warga di sana pakai bor. Info tidak ngalirnya karena ada perbaikan dan harapannya segera dilakukan perbaikan," jelasnya.

Sementara saat dikonfirmasi terkait keluhan ini, pihak PDAM Way Rilau Bandarlampung menyatakan terhentinya distribusi air PDAM ke pelanggan dikarenakan adanya pengerjaan penggantian pipa fiberglass yang bocor.

Kabag Distribusi PDAM Way Rilau Bandar Lampung, Sutrisno, mengatakan pihak PDAM saat ini sedang melakukan penggantian pipa FRP/Fiberglass yang sering bocor.

"Karena sering bocor sehingga mendapat bantuan dari pemkot sepanjang 48 meter," paparnya.

Sutrisno juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan penggalian untuk penggantian pipa mulai dari hari Sabtu (30/11) kemarin sampai Minggu (1/12) malam. Namun setelah dicoba aliri dengan pompa itu masih ada kebocoran yang harus di perbaiki ulang. 

"Kondisi ini memang berdampak kepada pendistribusian pelanggan khususnya di delapan kecamatan yaitu Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Tanjungkarang Barat.Kemudian, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kedaton, Telukbetung Utara, Kedamaian, Enggal, dan Way Halim. Oleh karenanya pipa yang lama ini saat ini kita ganti dengan pipa yang baru," ujarnya. 

Dirinya juga menarget penyelesaian pengerjaan sebenarnya dua hari seharunya selesai namun karena dalam pengangkatan pipa terdapat material-material yang sulit diangkat dengan ekskavator sehingga waktunya agak molor.

"Kita secepatnya kerjakan. Hari ini mudah-mudahan nggak sampai sore.

Dan kalau misalnya hari ini selesai air ditampung di reservoar Palapa. Baru kita alirkan dan untuk yang rendah bisa segera dialiri sementara yang daerah tinggi biasanya dua sampai tiga hari normalnya," kata dia.

 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID