AJI dan Perkumpulan Ruko Bedah Potensi Panas Bumi di Lima Daerah Ini

Minggu | 03/06/2018 20.32 WIB
AJI dan Perkumpulan Ruko Bedah Potensi Panas Bumi di Lima Daerah Ini
Perkumpulan Rumah Kolaborasi (Ruko) Lampung dan AJI Bandarlampung menggelar media workshop Sustainable Renewable Energy (SRE) di Hotel Bukit Randu, Minggu (3/6/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Perkumpulan Rumah Kolaborasi (Ruko) Lampung bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandarlampung menggelar media workshop Sustainable Renewable Energy (SRE) di Hotel Bukit Randu, Minggu (3/6/2018).

Dalam media workshop yang diikuti 35 jurnalis dan non-goverment organization (NGO) ini membahas isu energi terbarukan dan dorongan percepatan penyusunan peraturan daerah (perda) pemanfaatan langsung panas bumi di Lampung.

Ketua AJI Bandarlampung, Padli Ramdan, potensi energi geothermal jika dikelola dengan baik, maka bisa menjadi potensi sumber energi terbarukan terbesar untuk pemenuhan kebutuhan energi Lampung.

“Workshop ini mengkaji permasalahan dan regulasi pemanfaatan energi panas ini, kemudian mendorong dukungan adanya regulasi pemanfaatan langsung pengelolaan panas bumi dan mendorong realisasi inisiasi raperda panas bumi untuk pemanfaatan langsung di Provinsi Lampung,” katanya.

Dia menuturkan, energi panas bumi memiliki sifat yang lebih menguntungkan dibandingkan minyak bumi dan energi alternatif lainnya.

“UU No 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi diharapkan bisa mempermudah eksplorasi energi terbarukan yang murah dan efisien tersebut. Lampung sendiri memiliki banyak sumber energi geothermal yang tersebar di Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung Barat, Pesawaran, dan Waykanan,” tutupnya.

Perwakilan dari Perkumpulan Ruko, Warsito, berharap workshop ini dapat mendorong pemerintah untuk pemanfaatan panas bumi.

“Pemanfaatan bisa dijadikan energi alternatif seperti listrik, sehingga bisa membantu pemerintah terkait ketahanan pangan. Salah satunya di Ulubelu (Tanggamus) dengan pemanfaatan panas bumi maka bisa membantu para petani kopi untuk mempercepat produksi," ujarnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID