Akhir Ramadan, Isbedy Terbitkan Dua Buku Puisi
lampung@rilis.id
Minggu | 18/04/2021 06.07 WIB
Akhir Ramadan, Isbedy Terbitkan Dua Buku Puisi
ILUSTRASI: ISTIMEWA

RILIS.ID, Bandarlampung – Penyair Lampung, Isbedy Stiawan ZS, tengah menyiapkan 2 buku puisi yang beredar akhir Ramadan  ini.

Kedua buku puisi dari pengampu Lamban Sastra ini ialah "Masih Ada Jalan Lain Menuju Rumahmu" dan "Sehimpun Puisi: Secangkir Kopi di Meja Kedai". 

Menurut penyair berjuluk Paus Sastra Lampung itu, dengan terbitnya kedua bukunya ini maka menjadi 3 buku puisi pada 2021. 

"Ya sebelumnya kan saya sudah menerbitkan 'Kau Kekasih Aku Kelasi' yang terjual lebih 100 eksemplar lewat pre order (PO) di bulan Februari-Maret lalu," kata Isbedy, Minggu (18/4).

Dikatakannya, kedua bukunya ini sebenarnya hanya melanjutkan dari puisi-puisi yang dimiliki. "Artinya puisi-puisi di dua buku ini sudah saya tulis lama. Lalu saya kumpulkan dan pilah untuk buku yang satu, kedua, dan seterusnya."

Dicontohkan, puisi-puisi bertema kopi dan kafe, ada yang ditulisnya saat di Gouda, Belanda pada 2015. Ada juga puisi yang dimuat tahun 2016, 2017, 2018, hingga 2021. 

"Lalu saya himpun untuk buku. Begitu pula 'Masih Ada Jalan Lain Menuju Rumahmu' adalah puisi yang tidak masuk dalam 'Kau Kekasih Aku Kelasi' sebab menyangkut tema dan lainnya," imbuh dia.

Menurut Isbedy jika ada anggapan dirinya produktif sehingga bisa melahirkan tiga buku puisi setahun, sebabnya adalah tabungan karyanya yang memang banyak.

"Saya berterimakasih kalau dibilang produktif, tapi saya akan pertaruhkan kualitas karya yang saya buat," lanjutnya. 

Apa yang dikatakannya terbukti. Dirinya mendapat komentar baik atau pujian dari Ahmad Yulden Erwin, Endri Y Kalianda, Acep Syahril, dan Beno Siang Pamungkas.

"Dua kali 10 puisi saya lolos seleksi Yulden Erwin dan nayang di grup FB 100 Penyair Indonesia Modern, ternyata mendapat like lebih 100 pembaca selalin komentar yang memuji."

Ini komentar mereka sebagai pembaca karya Isbedy:

Ketika membaca puisi-puisi Isbedy Stiawan ZS, membuat saya banyak merasakan alur falsafati hidup dan banyak menemukan daya kejut. Beragam alur karakter tokoh dalam “Game of Throne” yang baru saya selesaikan menonton secara maraton, dari session 1 sampai 8 itu, ikut menjelma pada bait-bait, yang mistik.(Endri Y. Kalianda, penikmat sastra).

"Dulu aku pernah mengikuti seorang penyair Indonesia yang produktivitasnya cukup luar biasa, dalam setahun dia bisa menerbitkan 2 sampai 3 antologi puisi. Tapi kemudian dari fase produktivitasnya aku membaca kegamangan dalam puisi-puisinya. 

Jauh berbeda dengan Isbedy Stiawan ZS, selain tetap konsisten dengan gayanya, juga mampu meniupkan ruh pada setiap klausa yang dia bangun dari diksi kesehariannya. Artinya produktivitas Isbedy tidak sekedar 'memamerkan puisi- yang dihasilkannya, tapi benar-benar menyuguhkan puisi dengan tetap menjaga kualitas karya. Luar biasa bang Isbedy Stiawan ZS, aku sangat cemburu," komentar Acep Syahril, penyair/jurnalis.

Beno Siang Pamungkas, penyair yang juga aktivis asal Semarang mengatakan, abang satu ini staminanya betul-betul luar biasa. Saya mengenalnya puluhan tahun lalu, sejak sama-sama muda, sempat putus kontak, namun saya monitor tak pernah putus berkarya. Kualitas puisi-puisinya juga tetap terjaga. Dia adalah pelari maraton yang tangguh dalam blantika perpuisian Indonesia. Salam.

"Puisi Isbedy Stiawan memang bagus, meski begitu saya tetap menyeleksinya, dari 15 puisi yang dikirim, saya memilih 10 puisi. 

Isbedy  produktif sekali, ini sudah 2 kali puisinya dimuat di sini (grup FB 100 Penyair Indonesia Modern, red.) dan tetap bagus, salut. Terima kasih," ujar Ahmad Yulden Erwin, sastrawan-pemikir sastra.

Menanggapi komentar-komentar pujian itu, Isbedy mengatakan, akan menjaga kualitas karya sebagai bentuk merawat amanah pembaca.

Mengenai kedua buku puisinya yang akan beredar akhir Ramadan, ia telah membuka pre order. Bagi yang berminat silakan hubungi nomor kontaknya di 0821 7852 2158.

"Harga jual belum termasuk ongkos kirim baik dalam kota atau luar Lampung," ucapnya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID