Akui Menunggak Bayar Pajak, Pemilik Usaha: Penyegelan Dilakukan Tanpa Pemberitahuan
Dwi Des Saputra
Rabu | 09/06/2021 18.48 WIB
Akui Menunggak Bayar Pajak, Pemilik Usaha: Penyegelan Dilakukan Tanpa Pemberitahuan
Suasana penyegelan beberapa tempat usaha di Bandarlampung yang menunggak membayar pajak, Selasa (8/6/2021). FOTO: DWI DS

RILIS.ID, Bandarlampung – Saat ditemui dilokasi usahanya, pengelola RM Begadang II dan Padang Jaya menyayangkan penyegelan tempat usahanya.

Salah satu pegawai RM Begadang II mengaku tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu sebelum dilakukan penyegelan. 

“Tidak ada pemberitahuan atau surat peringatan (SP) terlebih dahulu,” ungkap salah satu pegawai yang tidak ingin namanya disebutkan itu. 

Ia pun berdalih, selama ini Begadang II patuh membayar pajak restoran. Namun, ada sebagian konsumen yang kecewa dengan penerapan pajak yang diberlakukan untuk pembelian yang dibungkus.

“Bayangkan saja, kalau kita sebagai pembeli yang membungkus tetap dikenakan pajak juga, tentu merasa keberatan kan?” tukasnya kepada Rilisid Lampung, Rabu (9/6/2021).

Pengelola RM Padang Jaya juga senada saat disambangi kelokasi usahanya.

“Seharusnya kami diberitahu terlebih dulu akan ada penyegelan ini. Jadi tidak ramai-ramai datang ketempat kami langsung segel dan tutup usaha kami,” tegas pegawai yang namanya juga tidak mau dikutip.

Dia mengklaim juga jika pihaknya berusaha taat pajak, tapi tapping boxnya rusak sehingga tidak bisa digunakan secara benar. 

Namun akhirnya pihak RM Padang Jaya langsung mengurus pembayaran pajak dan menyelesaikam seluruh administrasi. 

“Kami hari ini telah melaksanakan kewajiban membayar pajak, sore ini (segel) dilepas,” ungkapnya.

Ada Tunggakan Pajak Hingga Ratusan Juta, Empat Tempat Usaha Disegel 

Sedikitnya empat rumah makan di kota Bandarlampung disegel oleh Tim Pengendali Pajak kota setempat. Tempat usaha itu ditutup sementara, lantaran pemilik usaha diduga menunggak pajak dan tidak menggunakan tapping box.

Tim terdiri dari gabungan Badan Pengendali Pajak dan Retribusi Daerah, Inspektorat, Satpol PP, kepolisian hingga kejaksaan.

Inspektur Bandarlampung M Umar mengatakan, penyegelan dan penutupan sementara beberapa tempat usaha itu dilakukan untuk memberikan efek jera. 

Pasalnya, ada tempat usaha yang menunggak pajak hingga senilai ratusan juta rupiah, dan tidak ada itikad membayar meskipun sudah mendapat teguran berkali-kali.

“Tindakan ini kami berikan sebagai efek jera terhadap pemilik usaha yang tidak taat membayar pajak,” ujar Umar, Selasa (8/6/2021).

Umar juga mengatakan bahwa selain menunggak bayar pajak, sejumlah tempat usaha itu didapati tidak memaksimalkan penggunan tapping box, yang seharusnya digunakan untuk mendorong kepatuhan membayar pajak. 

Apabila pemilik usaha melepas segel tunggakan pajak dan kembali beroperasi, maka akan ada sanksi pidana yang menanti. Penyegalan dilakukan dengan garis segel berwarna kuning mengeliling seluruh bagian tempat usaha tersebut.

“Selesaikan tunggakan pajak dahulu, baru mereka bisa beroperasi kembali,” tegas Umar lagi. 

Sejumlah tempat usaha yang disegel itu antara lain Rumah Makan (RM) Begadang II di Jalan Diponegoro, Bakso dan Mie Ayam Son Hajisony di Jalan Woltermonginsidi, RM Padang Jaya di Jalan Jenderal Sudirman, dan restoran cepat saji Geprek Bensu di Jalan Teuku Umar. (*)

 

 

Editor Andry Kurniawan


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID