Al Muzzammil Yusuf : Narkoba Merusak Bangsa Kita
lampung@rilis.id
Senin | 10/02/2020 11.21 WIB
Al Muzzammil Yusuf : Narkoba Merusak Bangsa Kita
Anggota MPR RI Al Muzzammil Yusuf Sosialisasi Empat Pilar di hadapan peserta “Gowes Sehat Tanpa Narkoba”, di halaman kantor DPD PKS Bandarlampung, Minggu (9/2/2020). FOTO: IST

RILIS.ID, Bandarlampung – Anggota MPR RI Al Muzzammil Yusuf mengajak generasi muda untuk tidak tergoda menggunakan narkoba.

Menurut Muzzammil narkoba telah merusak cita-cita mulia bangsa Indonesia yang ingin membentuk sumber daya manusia yang unggul, beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia.

Hal tersebut disampaikan Muzzammil saat memberikan paparan tentang bahaya narkoba dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar di hadapan peserta “Gowes Sehat Tanpa Narkoba”, di halaman kantor DPD PKS Bandarlampung, Gedung Air, Tanjungkarang Barat, Minggu (9/2/2020).

“Sesuai dengan Pasal 31 ayat 3 UUD 1945, bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, " jelasnya.

Sementara lanjut Muzzammil, hal itu yang diatur dengan undang undang dan sudah sangat jelas bahwa pemerintah ingin bangsa Indonesia menjadi bangsa yang beriman dan bertakwa, memiliki ahlak mulia yang ujungnya adalah terciptanya sumber daya manusia yang unggul.

"Kemudian cita-cita luhur ini memiliki musuh bersama yang bernama narkoba,” tutur Muzzammil, melalui siaran  pers kepada  Rilislampung.id.

Muzzammil melanjutkan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang kian masif merupakan salah satu ancaman yang paling besar untuk bangsa Indonesia disamping korupsi dan terorisme. Kejahatan narkoba merupakan salah satu desain untuk menghancurkan generasi bangsa melalui perang tanpa senjata.

Eddy Marjoni, perwakilan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung, yang menjadi pemateri dalam kegiatan ini memaparkan, mengapa permasalahan narkoba tidak ada habisnya, selalu saja setiap hari ada berita penangkapan Bandar narkoba, berita penangkapan pengguna narkoba, berita kematian karena narkoba, padahal aparat penegak hukum kita telah bekerja maksimal?.

"Ini dikarenakan pertama, Indonesia adalah negara perlintasan perdagangan dunia. Hal ini sangat memungkinkan narkoba diselundupkan dari negara-negara lain," ungkapnya. 

Kemudian lanjutnya, yang Kedua, Indonesia adalah Negara kepulauan dengan garis pantai yang sangat panjang mencapai 85ribu kilometer, ini juga sangat rawan untuk diselundupkannya narkoba, ketiga kepadatan jumlah penduduk Indonesia.

"Padatnya penduduk menyebabkan tingginya persaingan hidup," kata Eddy. 

Menurutnya, Persaingan hidup yang tinggi menyebabkan stress, frustasi, banyak pengangguran, akibatnya mereka mudah sekali terkena narkoba. Keempat, penggunaan teknologi yang semakin canggih juga memudahkan peredaran narkoba, kelima sikap permisif masyarakat, sikap masa bodoh terhadap lingkungan dengan berprinsip yang penting bukan keluarga saya ternyata juga turut memudahkan peredaran narkoba.

Acara sosialisasi empat pilar kebangsaan ini dihadiri sejumlah komunitas sepeda di Bandarlampung. Tercatat sekitar 100an peserta ikut serta dalam kegiatan “Gowes Sehat Tanpa Narkoba bersama Al Muzzammil Yusuf” dan dilanjutkan dengan pemaparan bahaya narkoba. (*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID