Alay Cicil Uang Pengganti Rp10 M, Masih Kurang Rp95,8 M - RILIS.ID
Alay Cicil Uang Pengganti Rp10 M, Masih Kurang Rp95,8 M
Muhammad Iqbal
Kamis | 20/02/2020 17.45 WIB
Alay Cicil Uang Pengganti Rp10 M, Masih Kurang Rp95,8 M
Kepala Kejati Lampung Diah Srikanti menerima penyerahan uang Rp10 miliar. Foto: Istimewa

RILIS.ID, Bandarlampung – Sugiharto Wiharjo alias Alay kembali memenuhi komitmennya dengan menyerahkan uang pengganti sebesar Rp 10 miliar kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Kamis (20/22020).

Kepala Kejati Lampung Diah Srikanti mengatakan, penyerahan uang Rp10 miliar ini merupakan pembayaran kedua kali, setelah sebelumnya Alay melakukan pengembalian uang penggati sebesar Rp1 miliar pada Jumat (22/3/2019) lalu.

Dalam putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 510/K/PID.SUS/2014 tanggal 21 Mei 2014, Alay dijatuhi vonis 18 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 500 juta.

Selain itu, dalam kasus pidana perbankan dan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Timur senilai Rp108 miliar ini, Alay juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp108.861.614.800.

Diah Srikanti menuturkan, bahwa pihaknya telah menerima uang cicilan kedua setoran uang pengganti atas perkara Alay.

"Telah kami terima cicilan kedua uang pengganti sebesar Rp 10 miliar, tunai," ujar Diah di kantor Kejati Lampung, Kamis (20/2/2020).

Dia mengungkapkan, cicilan kedua ini diserahkan ke Kejati dari pihak keluarga yang didampingi penasihat hukum Alay.

Dengan adanya pembayaran cicilan kedua ini, kata Diah, maka masih ada kekurangan uang pengganti sebesar Rp 95.861.614.800 yang wajib dibayarkan.

"Terpidana Alay saat ini tengah menjalani pidana penjara. Jadi dari dua kali cicilan ini maka masih ada kekurangan uang pengganti Rp 95.861.614.800 dan itu wajib dibayarkan sesegera mungkin," kata Diah.

Diah menambahkan, selanjutnya uang pengganti ini akan dibawa pihak Kejari Bandarlampung untuk kemudian disetorkan ke kas negara.

"Jadi ini langsung dibuatkan blangko penyetoran dibawa ke bank untuk selanjutnya ke kas negara," pungkasnya.

Sementara penasihat hukum Alay Sudjarwo mengungkapkan, uang sebesar Rp 10 miliar yang diserahkan pihak keluarga kepada Kejati tersebut berasal dari beberapa aset Alay yang sebelumnya dititipkan kepada pihak lain.

"Di tengah perjalanan masih banyak juga aset Alay yang diklaim pihak A, B, C, tidak perlu saya sebutkan satu per satu, dan ini ada yang bisa dikompensasikan dalam bentuk uang Rp 10 miliar ini," pungkasnya.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID