Ancam Tembak Korban, Lelaki Ini Merudapaksa Ibu Rumah Tangga
Ahmad Kurdy
Senin | 19/04/2021 21.44 WIB
Ancam Tembak Korban, Lelaki Ini Merudapaksa Ibu Rumah Tangga
Nursalim, tersangka pemerkosa ibu rumah tangga. FOTO: HUMAS POLSEK TANJUNGBINTANG

RILIS.ID, Lampung Selatan – Tim Unit Buser Polsek Tanjungbintang meringkus Nursalim alias Inong (26), warga Desa Serdang, Senin (19/4/2021) sekitar pukul 13.00 WIB.

Lelaki ini diduga memerkosa seorang ibu rumah tangga (IRT) berinsial PTI (27), di gubuk yang terletak di tengah areal persawahan Desa Serdang.

Mewakili Kapolres Lamsel AKBP Zaky Alkazar Nasution, Kapolsek Tanjungbintang Kompol Talen Hapis menyebut tersangka diamankan di kediamannya.

"Dia memerkosa korbannya pada Sabtu, 17 April 2021, sekitar pukul 01.00 WIB," terang Talen.

PTI ke luar rumah hendak membeli mi instan. Ketika sampai di depan Alfamart, korban dihampiri seorang laki-laki tak dikenal bersepeda motor.

Lelaki ini berbasa-basi menanyakan tujuan korban dan menawarinya tumpangan.

Korban bukan diantar pulang, namun malah dibawa ke sebuah gubuk. Di sanalah, perempuan malang ini dirudapaksa.

"Korban terpaksa meladeni kemauan tersangka karena diancam tembak apabila menolak," urai Talen.

Korban berhasil melarikan diri mencari pertolongan ke arah flyover rest area KM 67.

Korban menemui seorang dan menceritakan peristiwa yang barusan dialaminya. Dia kemudian meminta tolong menghubungi suami korban lewat handphone.

"Suami korban datang ke rest area KM 67 dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Tanjungbintang," lanjut Talen.

Berdasar laporan, Unit Buser dengan sigap melakukan penyelidikan dan mengetahui identitas tersangka.

"Pada saat diinterogasi, tersangka mengakui perbuatannya dan kemudian dibawa ke Mapolsek Tanjungbintang," urai Talen.

Bersama tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 celana merek ’Levis’ warna hitam, 1 kaos lengan panjang warna merah, dan 1 celana dalam warna merah.

Lalu, 1 unit sepeda motor merek Honda Beat warna putih-merah tanpa plat nomor.

Polisi juga melakukan visum et repertum terhadap korban ke puskesmas terdekat untuk melengkapi bukti-bukti.

"Tersangka dijerat Pasal 285 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun," pungkas Talen. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID