Aniaya Istri Selingkuhan, Pelakor Pucat Pasi saat Divonis Hakim
Muhammad Iqbal
Jumat | 06/04/2018 14.55 WIB
Aniaya Istri Selingkuhan, Pelakor Pucat Pasi saat Divonis Hakim
Persidangan kasus penganiayaan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/M.Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Selvi (26) hanya bisa tertunduk lemas. Wajahnya pun pucat pasi saat duduk di kursi pesakitan mendengar Hakim Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, Mansur B, membacakan vonis untuk dirinya.

Warga Sumurbatu, Telukbetung Utara Kota Bandarlampung yang menjadi terdakwa kasus penganiayaan itu terhadap Yanti Novianti (29), istri selingkuhannya, diganjar hukuman 2 bulan 15 hari.

Pada persidangan Kamis (5/4/2018) itu, Mansur menilai terdakwa terbukti melanggar Pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan.

"Hal yang meringankan terdakwa yaitu berterus terang dan mengakui perbuatan serta menyesali dan tidak akan mengulanginya lagi. Serta sudah ada kesepakatan damai antara kedua belah pihak. Maka Majelis Hakim menjatuhkan hukuman kurungan penjara dua bulan lima belas hari dikurangi masa tahanan,” kata Mansur.

Sementara itu, terdakwa menerima putusan Majelis Hakim. "Saya terima, putusan tersebut,” lirihnya dengan wajah memucat.

Sementara, korban, Yanti menyatakan menerima putusan hakim tersebut lantaran sudah ada perdamaian antara kedua belah pihak.

“Saya menerima putusan hakim, apalagi kita sudah sepakat untuk berdamai, walaupun perdamaian terjadi dalam proses persidangan” ungkap Yanti.

Pada persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Nilam Agustini Putri menuntut terdakwa dengan lima bulan penjara. JPU menilai, terdakwa terbukti melanggar Pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan.

Dalam surat dakwaan terungkap, penganiayaan terjadi pada Senin 28 Agustus 2017 pukul 06.00 Wib. Saat itu, korban, Yanti yang merupakan istri sah dari Abduh menunggu di depan kantor suaminya.  Tak lama, datang Abduh dan mengatakan kepada Yanti bahwa untuk apa datang ke kantor.

Kepada Abduh, Yanti menanyakan tentang perempuan yang dianggap sebagai pelakor (perebut laki orang) karena menjadi selingkuhannya.

Kemudian, Yanti bersama rekannya Dewi, Alex, Mulyadi dan Andre datang ke Taman Monyet di Jalan Dr. Susilo, Bandarlampung. Sedangkan, rekan lainnya bernama Teguh menjemput terdakwa dan dibawa ke Taman Monyet.

Di lokasi itu, Yanti dan terdakwa cekcok mulut. Hingga akhirnya Yanti mengalami luka di bagian perut bekas operasi sesar akibat ditendang oleh terdakwa. Selanjutnya, korban melaporkan perbuatan tersebut ke Mapolresta Bandarlampung. (*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID