Arinal dan Rakyat Lampung Berjaya
lampung@rilis.id
Jumat | 13/07/2018 06.00 WIB
Arinal dan Rakyat Lampung Berjaya
IB Ilham Malik, Mahasiswa S3 Urban and Regional Planning di The University of Kitakyushu, Jepang

KALAU kita bicara tetang pembangunan daerah, kita mesti ingat tentang syarat berdirinya suatu negara atau dalam hal ini kita turunkan menjadi syarat mendirikan daerah.

Apa itu? Syaratnya ada tiga: 1) ada pemerintahan, 2) ada wilayah, dan 3) ada penduduk/masyarakat.

Kalau kita perhatikan kondisi di Provinsi Lampung saat ini, kita bisa dapatkan pemahaman bahwa ketiga syarat itu sudah ada di Lampung. Ada pemerintahan, wilayah/lahan, dan penduduk.

Kalau bicara dari sudut makro seperti itu, dan sudut pandangnya itu sudah benar, maka analisa kita tentang kondisi berikutnya akan juga menjadi benar dan relatif mudah untuk dipahami.

Karena kita sudah punya semuanya, maka membuat ketiganya berjalan dengan benar akan menjadi prasyarat bakal terbangunnya daerah itu dengan benar.

Saya kali ini tidak membahas soal pemerintahan yang benar. Karena memang bukan bidang saya. Kali ini saya akan membahas hal lain yang juga esensial yaitu kependudukan.

Selama ini kita melihat penduduk hanya dari sudut pertumbuhan penduduk saja yang dapat mempengaruhi daerah. Tetapi kita masih jarang melihat perencanaan pembangunan daerah berdasarkan pada sebaran kependudukan.

Karena apapun yang pemerintah lakukan, tujuannya sederhana yaitu membuat masyarakatnya menjadi maju sejahtera dan bahagia. Karena penduduk tiap kabupaten kota berbeda-beda maka perlu ada pengelompokan daerah berdasarkan jumlah penduduk.

Pengelompokan ini penting supaya tidak terjadi penyeragaman program dan kegiatan antara satu daerah dengan daerah lain.

Penyeragaman program pembangunan ini memberikan pengaruh pada kemajuan suatu derah yang sudah maju dan ketertinggalan daerah yang memang sudah tertinggal. Dengan kata lain, daerah yang maju akan semakin maju dan daerah yang tertinggal akan tetap bergeliut dengan ketertinggalannya.

Dasar dalam pengelompokan adalah data proyeksi penduduk versi BPS 2017. Jika kita perhatikan, maka akan ada tiga kelompok kabupaten kota. Kelompok tersebut dibagi berdasarkan jumlah penduduk <0,5juta orang, 0,5-1 juta orang, dan > 1 juta orang. Pembagian berdasarkan jumlah penduduk tersebut mengklasifikasikan kabupaten kota kita secara lebih jelas.

Untuk kelompok 1 yaitu kabupaten kota dengan penduduk < 0,5 juta orang terdiri dari Tulangbawang, Waykanan, Pesawaran, Pringsewu, Lampung Barat, Mesuji, Metro, dan Pesbar.

Lalu, untuk kelompok 2 dengan jumlah penduduk 0,5-1 juta orang terdiri dari Lampung Utara dan Tanggamus. Untuk kelompok 3 dengan jumlah penduduk >1 juta orang terdriri dari Lampung Tengah, Bandarlampung, Lampung Timur, dan Lampung Selatan.

Lalu apa manfaat dari pengelompokan kabupaten/kota berdasarkan jumlah penduduk? Ada banyak hal yang bisa kita baca dari pengelompokan ini, dan hal ini juga memang membutuhkan pendalaman lagi dari para analis tentang beberapa hal lainnya yang terkait dengan kependudukan.

Tapi secara sederhananya, empat kabupaten/kota akan dapat mengembangkan sektor idustri dan manufaktur karena memiliki sumber daya manusia besar yaitu Lampung Tengah, Lampung Selatan, Bandarlampung, dan Lampung Timur.

Dengan adanya tenaga kerja yang besar maka pengembangan pabrik dan gudang akan mudah dilakukan karena tersedia tenaga kerja yang besar.

Jika kita melihat struktur populasi, empat daerah tersebut juga memiliki usia kerja yang besar. Tentu saja faktor geografi (lahan/wilayah) juga mempengaruhi terutama terkait dengan akses pada pasar dan pelabuhan.

Kita lihat juga bisa melihat kondisi Lampung Utara yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan diri. Hal yang sama terjadi pada Tanggamus yang juga tampak kewalahan menemukan jalan keluar dari masalah yang mereka hadapi.

Dua daerah tersebut sampai saat ini masih mencari identitas kewilayahan mereka. Sebab kemajuan daerahnya jika dibandingkan dengan kondisi yang terjadi pada kabupaten kota lain, masih sangat jauh tertinggal.

Lampung Utara dan Tanggamus memiliki tantangan dalam menentukan pemicu kemajuan daerahnya. Perkebunan sudah mereka kembangkan, tetapi tidak juga membuat daerah dan masyarakatnya cepat menjadi maju.

Sementara, mereka juga gamang untuk mengembangkan kawasan industri karena keterbatasan pada sumber daya manusianya. Dan, penduduknya juga menyebar dalam wilayah kabupaten yang sangat luas.

Sementara itu, untuk kabupaten/kota yang memiliki penduduk di bawah 500 ribu orang, juga harus dapat menemukan formula pembangunannya agar tidak selalu tertinggal.

Kita lihat saja, dari semua kabupaten/kota yang memiliki penduduk rendah, salahsatunya adalah Kota Metro. Ketika Metro meninggalkan basis pertanian sebagai soko guru ekonomi daerahnya dan beralih ke perdagangan jasa dan industri, hal itu ternyata telah mengangkat kota ini menjadi salahsatu kota dengan kesejahteraan yang cukup tinggi. Kegiatan ekonomi kotanya juga terasa.

Nah, kabupaten lain yang masuk dalam katagori kelompok 3 ini harus dapat mengubah arah pembangunannya. Jika mereka tetap berfokus pada sektor pertanian dan perkebunan, maka kemajuan daerahnya dan masyarakatnya akan berjalan dengan pelan.

Namun jika mereka beralih menjadi kawasan perdagangan dan jasa serta membangun pusat-pusat kegiatan ekonomi yang bisa di-push menjadi akwasan ekonomi sala besar, maka kemajuan mereka dapat bisa dicapai. Pringsewu punya peluang seperti Metro.

Jadi, kembali pada program besar Gubernur Lampung yang akan datang, yang mengusung program Rakyat Lampung Berjaya, saya kira perlu menempatkan pembagian kelompok kabupaten/kota ini sebagai bagian dari perspektif dalam penyusunan program dan kegiatan pembangunan daerah.

Karena pendekatan pembangunan yang selama ini sudah dilaksanakan di Lampung, ternyata tidak melahirkan kesejahteraan dan keberjayaan Lampung. Karena itu, pendekatan baru sangat dibutuhkan untuuk memecah persoalan yang ada. salahsatunya adalah pendekatan kependudukan. (*)

 

 

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID