Awas Terjebak! Tol Terbanggibesar Pakai Sistem Buka-Tutup

Selasa | 04/06/2019 21.00 WIB
Awas Terjebak! Tol Terbanggibesar Pakai Sistem Buka-Tutup
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, menggelar rapat penanganan arus balik di Pelabuhan Bakauheni dan Merak. FOTO: HUMAS KEMENHUB

RILIS.ID, Lampung Selatan – Untuk mencegah kemacetan parah pada arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, Dirjen Perhubungan Darat menerapkan beberapa skema.

Antara lain memberlakukan sistem buka-tutup yang dimaksudkan untuk memperlambat arus kendaraan ke Pelabuhan Bakauheni.

Caranya dengan pola pengaturan waktu. Kendaraan hanya bisa masuk tol Terbanggibesar sampai Simpangpematang pukul 06.00-15.59 WIB. Pukul 16.00 WIB-05.59 WIB ditutup.

Hal itu terungkap dalam rapat arus mudik dan balik yang dipimpin Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi.

Koordinasi dilakukan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan dan Dermaga VI Pelabuhan Merak Provinsi Banten, Selasa (4/6/2019).

Menurut Budi, selain skema buka-tutup, bila terjadi antrean di Pelabuhan Bakauheni sepanjang 1 kilometer (km) dari pintu masuk, maka kendaraan dari tol akan dikeluarkan di simpang Desa Hatta dan Kalianda.

”Namun apabila lebih dari 4 kilometer akan dikeluarkan di exit tol Sidomulyo,” ungkap Budi dalam rapat yang dihadiri Kepala UPTD Badan Sistem Operasional Transportasi (BSOT) Prayudi, mewakili Plt Kepala Dinas Perhubungan Dishub Lampung Qodratul Ikhwan.

Budi mengatakan, selain dua poin tersebut rapat ini enam ketentuan lainnya untuk dilaksanakan oleh Pemprov Banten dan Pemprov Lampung.

Pertama, untuk skema memuat barang akan diberlakukan Dermaga 5 dan 6 Pelabuhan Bakauheni. Sementara, proses bongkar di Dermaga 4, 5, dan 7 Pelabuhan Merak.

Kedua, bypass data manifest di loket penjualan tiket diberlakukan pada arus balik angkutan Lebaran. 

Ketiga, pengaturan kendaraan dan pemuatan ke kapal berlaku di semua kondisi dengan skenario sangat padat (kapal yang dioperasikan besar di atas 5.000 dengan waktu port time maksimal 45 menit).

Keempat, diferensiasi tarif diberlakukan diskon 10 persen pada siang hari (08.00-20.00 WIB) dan tarif naik 10 persen malam (20.00-08.00 WIB) pada 7-9 Juni 2019.

Kelima, penggunaan bantuan tugboat di Pelabuhan Bakauheni hanya dikenakan biaya BBM. Sementara di Merak sesuai ketentuan tarif yang berlaku dan sesuai judgement dari nakhoda melalui BPTD setempat. 

Keenam, selama arus balik pergantian kapal hanya dilakukan di Pelabuhan Merak. Untuk di Bakauheni hanya dalam kondisi emergency saja.

Kepala UPTD BSOT Lampung, Prayudi, menyatakan siap melaksanakan hasil rapat itu bersama jajaran Polda Lampung.

Rapat itu sendiri dihadiri Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung Rahman Sujana dan Dirlantas Polda Lampung Kombes Pol Kemas Ahmad Yamin.

Selain itu, Kadishub Provinsi Banten Tri Nurtopo; Direktur Utama PT ASDP Ferry Indonesia Ira Puspa Dewi; dan Kepala BPTD Wilayah VIII Provinsi Banten Nurhadi Unggul.

Selanjutnya, General Manager PT ASDP Pelabuhan Merak Fahmi Alweni dan PT ASDP Pelabuhan Bakauheni Hasan Lessy. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID