Bachtiar Tinjau Pengungsi dan Kesiapan Personel Penanggulangan Tsunami Lamsel
lampung@rilis.id
Jumat | 28/12/2018 15.42 WIB
Bachtiar Tinjau Pengungsi dan Kesiapan Personel Penanggulangan Tsunami Lamsel
Wagub Bachtiar Basri meninjau pengungsi tsunami Lamsel, Jumat (28/12/2018). FOTO: HUMAS PEMPROV LAMPUNG

RILIS.ID, Lampung Selatan – Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri meninjau kesiapan personel penanggulangan bencana tsunami dan ketersediaan logistik di lokasi pengungsian, Kalianda, Lampung Selatan, Jumat (28/12/2018).

Bachtiar mengklaim kekuatan personel penanggulangan bencana tsunami yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BNPB, Satpol PP, tenaga kesehatan, cukup memadai.

“Tadi saya melihat personel tanggap bencana kita sudah sangat mumpuni. Total personel sekitar 3.147 orang,” katanya.

Tak hanya itu, sejumlah alat berat seperti eksavator, dozer, wheel loader, bachoe loader, dan dump truck, sudah diturunkan di lokasi terdampak tsunami.

Dalam kesempatan itu, Bachtiar juga memastikan ketersediaan makanan dan kebutuhan lainnya di lokasi pengungsian.

Dia juga mengklaim bahwa Pemprov Lampung sudah melakukan upaya penanganan terhadap pengungsi sejak Sabtu (22/12/2018) malam.

“Kami menampung dengan menyediakan Balai Keratun sebagai tempat untuk mengungsi bagi warga yang berasal dari pesisir Teluk Lampung. Juga menyediakan dapur umum dan berbagai keperluan keseharian pengungsi," jelasnya.

Pemprov juga terus berupaya melakukan pemulihan situasi pengungsian dengan penyediaan kesehatan.

“Bisa kita lihat di sini ada rumah sakit keliling yang sudah standby pasca kejadian, serta upaya-upaya lainnya. Sehingga diharapkan masyarakat yang mengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing. Rumah yang rusak akan kita coba bantu secara bertahap. Saya juga berharap masyarakat yang terkena dampak musibah dapat tetap tabah dan ikhlas dalam menerma ujian ini," tutur Bachtiar.

Menurut Bachtiar, bantuan terus berdatangan untuk korban tsunami Lamsel. Di antaranya air mineral 7.363 dus, beras 26 ton, biskuit 787 dus, biskuit bayi 14 dus, bubur bayi 222 dus, minyak goreng 530 dus, mi instan 6.028 dus, obat-obatan 875 pak, dan pakaian 2.672 pcs.

Sementara wilayah pantai pesisir Lampung Selatan yang mengalami rusak berat terdapat di 14 desa dari lima kecamatan. Yakni Kalianda, Rajabasa, Sidomulyo, Katibung dan Bakauheni.

Total korban meninggal 112 orang. Sedikitnya 13 hilang, 2.495 luka-luka, dan 7.177 pengungsi di 19 titik. Kemudian 658 unit rumah rusak, jalan rusak sekitar 3,32 km, lima unit bangunan sekolah, dan tiga unit bangunan kantor desa. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID