Bahas Peluang Investasi Bagi Millennial, IIB Darmajaya Hadirkan Pembicara dari BRI
lampung@rilis.id
Sabtu | 21/11/2020 19.07 WIB
Bahas Peluang Investasi Bagi Millennial, IIB Darmajaya Hadirkan Pembicara dari BRI
Suasana kuliah umum yang digelar IIB Darmajaya tentang Peluang Investasi untuk Generasi Milenial./FOTO ISTIMEWA

RILIS.ID, BANDARLAMPUNG – Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Kuliah Umum Peluang Investasi untuk Generasi Milenial dengan narasumber Priority Banking Manager Bank BRI Kantor Cabang Tanjung Karang Afif Karamatur Rahman, Jumat, (20/11/20).

Kuliah umum dengan peserta mahasiswa Program Studi Akuntansi IIB Darmajaya ini dimoderatori Dosen Prodi Akuntansi Ulfah Tika Saputri, S.E., M.Sc. melalui platform zoom meeting.

Kuliah umum yang berjalan selama dua jam tersebut berlangsung dengan antusiasme peserta untuk bertanya.

Afif Karamatur Rahman mengatakan, terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum memulai berinvestasi. Pertama, mengecek pengeluaran pribadi yang jumlahnya 50 persen dari pendapatan. Kemudian utang yang kita miliki minimal 30 persen.

Untuk yang belum berkeluarga ataupun mahasiswa, lanjut dia, pendapatan diperoleh dari orang tua ketika memberikan kiriman. Jadi, harus dihitung dahulu. Asuransi jiwa juga harus dimiliki dari sekarang sebelum memulai investasi dengan minimal pengeluaran diatas 50 kali gaji per bulan.

Afif menerangkan, yang paling penting juga memiliki emergency fund (dana darurat) yang bisa digunakan ketika di luar dari perencanaan yang telah dibuat.

”Misalkan ketika kita sakit tetapi tidak tercover oleh asuransi semua maka dana ini dapat digunakan,” ujarnya.

Menurutnya, emergency fund ini besarannya sebanyak tiga kali gaji bagi yang belum menikah. Sementara, untuk yang sudah berkeluarga, sebanyak enam kali gaji. Sehingga bisa menyisihkan dana untuk investasi.

Pada kesempatan itu, Afif juga menjelaskan pengelompokkan investasi berdasarkan usia. Ia memaparkan, usia kurang dari 30 tahun memilih investasi yang resiko besar dan untuk juga besar atau high risk high return seperti reksadana, saham, dan forex. Untuk usia 30-40 tahun dapat memilih instrumen moderate high risk medium return seperti reksadana, obligasi dan deposito.

Lalu, usia 40 tahun ke atas, kata Afif, pilihannya instrumen yang medium risk low return. Sedangkan, untuk millennial yang belum memiliki penghasilan juga dapat berinvestasi pada reksadana dengan risikonya kecil karena nanti terdapat manager keuangan yang menjalankannya.

Afif menyarankan, untuk generasi millennial yang akan berinvestasi juga harus mengetahui dirinya terlebih dahulu juga tujuan investasi kita dan melakukan diversifikasi dalam investasi.

Awal mulanya, jangan menjadi trader bila ingin berinvestasi di saham tetapi menjadi investor. Untuk memilih saham juga dengan yang sehari-hari kita pergunakan produknya.

Sementara, Ketua Prodi Akuntansi IIB Darmajaya Anik Irawati, S.E., M.Sc., mengatakan, kuliah umum ini juga bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan menghadirkan praktisi selaku pengajar.

”Karena ilmu yang didapatkan juga berbeda karena pembicara merupakan praktisi yang kompetensi di bidangnya,” ujarnya.

Dengan mendapatkan pembelajaran dari praktisi, wawasannya menjadi bertambah. Pembelajaran ini juga menurutnya menjadikan mahasiswa dapat lebih kritis atas perencanaan keuangannya ke depan.(*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID