Banjir Rendam 53 Rumah di Desa Talangbaru Sidomulyo

Jumat | 30/11/2018 13.41 WIB
Banjir Rendam 53 Rumah di Desa Talangbaru Sidomulyo
Kondisi rumah yang terendam banjir di Desa Talangbaru Kecamatan Sidomulyo, Jum'at (30/11/2018), FOTO: RILISLAMPUNG.ID/M. Amir Syaripudin

RILIS.ID, Lampung Selatan – Sebanyak 53 rumah dan 2 fasilitas umum (fasum) berupa masjid dan puskemas pembantu (pustu) di Desa Talangbaru, Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan (Lamsel) terendam banjir.

Air setinggi pinggang orang dewasa itu akibat meluapnya sungai saat hujan turun sejak Kamis (29/11/2018) malam, hingga Jum'at (30/11/2018) pagi.

"Banjir paling tinggi setinggi pinggang orang dewasa, paling rendah sekitar lutut orang dewasa," ujar Camat Sidomulyo, Eko Irawan, kepada rilislampung.id.

Eko juga membeberkan, pada kejadian yang berbarengan dengan Desa Rangai Tritunggal Kecamatan Katibung, tidak ada rumah yang mengalami rusak berat. Juga taka da korban jiwa akibat banjir yang menggenangi dataran rendah Desa Talangbaru.

"Kalau di Desa Talangbaru Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, rumah yang rusak beratpun tidak ada. Hanya terendam, tapi saat ini banjir perlahan mulai surut," tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Lampung Selatan I Ketut Sukerta, mengaku terus menyiagakan personilnya di dua Desa yakni Desa Rangai Tirtunggal dan Desa Talangbaru, mengingat saat ini yang mengalami banjir dan rawan banjir adalah dua desa tersebut.

"Desa Rangai memang paling rawan banjir apabila curah hujan cukup tinggi, kalau Desa Talangbaru tidak begitu rawan. Yang jelas, kalau Desa Rangai Tritunggal diguyur hujan satu malam saja, sudah pasti terendam banjir, meski tidak berlangsung lama," bebernya.

Saat ditanya penyebabnya Ketut menjelaskan Desa Rangai yang letaknya di dataran rendah dan di bawah kaki gunung, memang minim saluran irigasi. Inilah yang menyebabkan air dari gunung turun ke laut melalui pemukiman warga setempat.

"Air hujan dari gunung, turun menuju dataran rendah, atau ke laut melalui pemukiman warga, hal ini, karena minimnya fasilitas irigasi di areal jalan nasional yang seharusnya, memiliki saluran irigasi yang cukup lebar dan dalam, agar dapat menampung debit air yang besar," tambahnya.(*)

 

Editor



Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID