Bappeda Lampung Adakan FGD Pokja 4 Pilar
Sulis Wanto
Sabtu | 21/04/2018 16.40 WIB
Bappeda Lampung Adakan FGD Pokja 4 Pilar
Kepala Bappeda Lampung Taufik Hidayat memimpin rapat persiapan Focus Group Dicsussion (FGD) yang akan diikuti pokja 4 pilar di kantor Bappeda setempat, Jumat (20/4/2018). FOTO: HUMAS PEMPROV LAMPUNG

RILIS.ID, Bandarlampung – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung akan mengadakan Focus Group Dicsussion (FGD) yang diikuti kelompok kerja (Pokja) 4 pilar, pada Mei 2018.

FGD pokja 4 pilar ini akan membahas program TPB/SDGs atau tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

“FGD ini untuk mempercepat dan mengoptimalkan TPB/SDGs di Provinsi Lampung sampai tahun 2019. Ada 17 tujuan yang akan diprioritaskan sesuai dengan kebutuhan prioritas daerah,” jelas Kepala Bappeda Lampung Taufik Hidayat dalam siaran pers, Sabtu (21/4/2018).

Implementasi agenda TPB/SDGs di tingkat nasional telah diadaptasi melalui Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang memuat 17 tujuan dengan 92 target dan 209 indikator.

Hal ini merupakan hasil penyesuaian agenda SDGs/TPB dengan indikator pembangunan yang tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJMN) 2015-2019.

“Tahapan implementasi TPB/SDGs di Provinsi Lampung sudah dimulai tahun 2017, tepatnya setelah diterbitkannya Perpres 59/2017. Lampung telah membentuk tim koordinasi daerah TPB tahun 2017-2019,” kata Taufik.

Selain membahas perumusan prioritas TPB/SDGs 2017-2019, FGD pokja 4 pilar untuk menetapkan kawasan pilot project. Empat pilar dimaksud ialah pemerintah, perguruan tinggi, kalangan dunia usaha, dan filantropi serta media massa dan organisasi kemasyarakatan.

“Terdapat 12 tujuan pembangunan yang diprioritaskan dari  17 pembangunan Lampung. Ke-17 tujuan tetap dilaksanakan. Namun, ada yang diprioritaskan sesuai kebutuhan Provinsi Lampung saat ini," ujar Kabid Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Provinsi Lampung Fitrianita Damhuri.

Ia menjelaskan, rencana penetapan kawasan pilot project TPB merupakan kawasan atau desa sasaran percepatan pembangunan dalam bentuk intervensi program maupun kegiatannya. “Tentunya dengan mencerminkan koordinasi empat pilar TPB, di antaranya bidang sosial, ekonomi, lingkungan dan tata kelola,” katanya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID