Begini Kronologis Dugaan Money Politics di Lapas Rajabasa
lampung@rilis.id
Selasa | 26/06/2018 18.40 WIB
Begini Kronologis Dugaan Money Politics di Lapas Rajabasa
Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriyah. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – Ketua Bawaslu Provinsi Lampung Fatikhatul Khoiriyah mengatakan dugaan praktik politik uang (money politics) di Lapas Rajabasa telah ditangani Panwaslu Kota Bandarlampung.

Menurut Khoir—sapaan akrabnya, setelah dilakukan klarifikasi di Lapas Rajabasa, sejumlah uang berasal dari dalam lapas tersebut. (Baca: Money Politics Diduga dari Paslon Nomor 3 Rambah Lapas Rajabasa)

“Jadi ngasih uang rokok kepada tiga orang itu, ngajak milih nomor 3 (Arinal-Nunik). Karena di tempat itu di masjid, ada yang enggak senang kemudian dilaporkan. Mereka sama-sama di Lapas sebagai narapidana, kemudian di-videoin. Yang videoin warga binaan juga, itu kejadiannya kemarin. Kita tindaklanjutinya hari ini,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (26/6/2018).

Khoir menyatakan, pembagian uang di Lapas Rajabasa melibatkan tiga warga binaan. Ketiga narapidana itu kemudian mendapatkan nominal masing-masing sebesar Rp250 ribu.

“Jadi yang ngasih itu sesama warga binaan. Karena dia suka dengan paslon 3 (Arinal-Nunik), kemudian ngasih lah ke tiga orang itu uang Rp250 ribu. Jadi uangnya bukan dari luar Lapas,” katanya.

Pihaknya telah memerintahkan Panwaslu Kota Bandarlampung untuk mengecek kebenaran video yang beredar terkait dugaan money politics di Lapas Rajabasa. (Baca: LO Arinal-Nunik Bantah Lakukan Money Politics di Lapas Rajabasa)

“Tadi Panwaslu Kota Bandarlampung sudah ke sana, memastikan video tersebut. Bukan OTT (Operasi tangkap tangan) tapi ini,” tutup Khoir. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID