Begini Modus Aksi Perompak yang Ditumpas Ditpolairud Polda

Kamis | 13/09/2018 21.08 WIB
Begini Modus Aksi Perompak yang Ditumpas Ditpolairud Polda
Tiga tersangka perompak kapal saat menerangkan proses perampasan dihadapan Wakapolda Lampung Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol, Kamis (13/9/2018). FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Lampung berhasil menumpas perompak kapal. Komplotan perompak kapal ini kerap kali menghantui para nelayan di perairan Provinsi Lampung.

Wakapolda Lampung Brigjen Angesta Romano Yoyol, mengatakan perompak kapal ini beraksi dengan merampas hasil tangkapan nelayan.

"Mereka ini diamankan personel Direktorat Polair Polda Lampung karena cukup meresahkan. Informasi ini kita terima dari masyarakat, kemudian dilakukan tindaklanjut oleh petugas," kata Yoyol, Kamis (13/9/2018).

Sementara Kasubdit Penegakkan Hukum Polair Polda, AKBP Doddy Ferdinand Sanjaya, mengungkapkan pergerakan para perompak kapal ini kerap kali berubah menyesuaikan wilayah perairan mana yang terdapat banyak nelayan dan tangkapan.

Menurutnya, ada beberapa korban mereka yang melaporkan kasus ini, kebetulan mereka ingat wajah dan ciri-cirinya.

“Modus para perompak ini berbeda-beda, ada yang langsung mepet ke kapal, kadang juga mereka pura-pura menawar rajungan murah, kadang juga pura-pura minta makan dengan modus menutup kepalanya, begitu sudah di atas kapal korban baru dibuka penutup kepalanya," jelasnya.

Dari penuturan ketiga tersangka yakni MY warga Tulangbawang, SC warga Lampung Tengah, dan DD warga Tulangbawang ini mereka melakukan perampasan di wilayah pantai timur, Obor Intan, dan wilayah laut di depan Way Kambas.

"Mereka biasanya mengambil rajungan hasil tangkapan nelayan, GPS, uang dan handphone milik nelayan dengan menodongkan senjata api dan golok kepada para korbannya," terangnya.

Doddy menambahkan, saat ini pihaknya masih memburu empat orang lainnya yang tengah kabur yakni WW, GY, AN, dan PR.

"Kerugian sesuai dengan laporan para korban yang melapor pada 28 Juli sekitar Rp 150 juta. Kami masih terus melakukan pengembangan," tandasnya.

Di lokasi yang sama dari keterangan pemimpin kelompok, SC, mengaku ia selalu menargetkan satu kapal dalam satu hari.

"Kami ada enam orang setiap melakukannya. Yang kami targetkan rajungan dan GPS-nya. Uang yang berhasil kami dapatkan dari hasil merompak ini sekitar Rp 60 juta," tandasnya. (*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID