Begini Petinggi Golkar Sikapi Mundurnya Tony dari Fraksi

Senin | 30/07/2018 11.51 WIB
Begini Petinggi Golkar Sikapi Mundurnya Tony dari Fraksi
Wakil Ketua Bidang Infokom DPD I Partai Golkar Lampung, Himawan Ali Imron. FOTO; RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – Mundurnya Tony Eka Candra dari Ketua Fraksi dan Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Lampung, mendapat tanggapan beragam dari petinggi DPD I Partai Golkar Lampung.  

Wakil Ketua Bidang Infokom DPD I, Himawan Ali Imron menyebutkan pihaknya sudah menerima surat pengunduran diri Tony Eka Candra. (baca juga: Tepis Perselisihan dengan Arinal, Tony Eka Candra Ungkap Alasan Mundur

"Ya, kami sudah menerima surat pengunduran diri Tony Eka Candra,  tapi ini masih menjadi pertimbangan pimpinan," kata anggota komisi V DPRD Lampung ini saat ditemui di ruang kerjanya,  Senin (30/7/2018). 

Karena fraksi merupakan kepanjangan partai  di DPRD, maka kata mantan wartawan ini itu menjadi hak partai. 

"Siapapun yang ditunjuk nantinya mengisi posisi itu,  itu adalah hak partai,  tentu itu hak pribadi Ketua Golkar Lampung," kata dia. 

Pihaknya menyayangkan apa yang dilakukan politisi senior Golkar sekelas Tony Eka Candra. Karena menurut Ali, Tony sangat dibutuhkan saat ini di parpol. 

"Sebenarnya kita menyayangkan mundurnya dia dari ketua Fraksi,  karena dia ini masih diperlukan di Fraksi DPRD," tegasnya. 

Sementara itu, Sekretaris DPD I, Supriyadi Hamzah menilai bahwa apa yang disampaikan alasan oleh Tony Eka Candra, kemungkinan benar adanya. Yakni,  tidak ingin ketika menjadi Ketua Badan Pengendalian dan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Golkar, tidak fokus pada persiapan perhelatan Pileg dan Pilpres 2019.

"Menghadapi pileg pemilu, itu memang repot, tapi nanti dibahas mana yang terbaik,  bagi persoalan yang bersangkutan menjadi ketua fraksi, mungkin dia tidak mau tugas tugas yang tidak dia laksanakan secara maksimal,  maka dia tidak ingin ditugaskan menjabat di ketua fraksi, " kata dia Supriyadi Hamzah via ponselnya. 

Ketika nanti Tony dianggap masih mampu menjabat sebagai ketua Fraksi dan Ketua Bappilu,  maka nanti dilihat.  "Nanti disikapi dalam minggu-minggu ini," kata dia. 

Menurutnya mundurnya Tony sebagai ketua tidak ada masalah tertentu dengannya. 

"Ini murni alasan pribadi dia tidak mau ada satu dari tugas yang dijalankan,  tidak maksimal, jadi bukan dikarenakan yang lain," tegasnya. (*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID