Bela Rekannya yang Terjaring OTT, Acong: Itu Bukan Black Campaign

Kamis | 10/05/2018 19.35 WIB
Bela Rekannya yang Terjaring OTT, Acong: Itu Bukan Black Campaign
Jhon Fadli alias Acong disebut-sebut sebagai aktor black campaign di Lampung Timur. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – Joni Fadli alias Acong telah siap menghadapi Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Lampung Timur terkait klarifikasi kegiatan kampanye hitam (black campaign) yang ditangkap aparat Polres Lampung Timur, pada Senin (7/5/2018) lalu.

Panwaslu Lamtim memang sudah melayangkan surat panggilan sebanyak dua kali untuk mengklarifikasi black campaign yang dituduhkan kepada Acong. Panggilan pertama pada Selasa (8/5/2018), dan panggilan kedua yaitu Rabu (9/5/2018).

“Pertama surat panggilan masuk di rumah saya yang di Metro jam 10, yang terima abang saya atau ibu saya. Surat kedua malam Rabu (9/5/2018) sekitar jam 18.00 WIB. Saya gak hadir juga, karena masih mau berkonsultasi dengan teman-teman JKL di Bandarlampung," katanya kepada wartawan di Dawiels Cafe & Resto, Jalan Kartini, Bandarlampung, Kamis (10/5/2018).

Acong menolak buka-bukaan terkait pernyataan Isnan Subkhi yang menyebutkan namanya sebagai pemberi perintah kampanye hitam terhadap Cagub Lampung nomor urut 1, M. Ridho Ficardo.

Pria berkacamata yang juga Ketua Jaringan Kerakyatan Lampung itu berujar, apa yang dilakukan oleh Isnan Subkhi cs benar adanya.

Meski terus berkelit ketika ditanya sebagai aktor black campaign di Lamtim, Acong mengaku kegiatan yang dilakukan rekan-rekannya tersebut bukanlah sebuah kampanye hitam.

“Itu kan bukan black campaign, tapi peristiwanya ada, dan apa yang disuarakan mereka itu bukan fitnah. Hal ini akan saya beberkan semuanya di hadapan Sentra Gakkumdu saat panggilan ketiga,” kelitnya.

Sementara kuasa hukum Acong, Hanafi Sampurna, mengaku belum bersedia memberikan keterangan seputar keterlibatan kliennya dalam kegiatan kampanye tersebut. (Baca: Jadi Aktor Black Campaign di Lamtim, Acong Siapkan Kuasa Hukum)

“Kita akan ngasih keterangan bagi yang minta terlebih dahulu, yakni Gakkumdu. Kami menunggu panggilan lagi,” katanya.(*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID