Berani Lewati Perlintasan Kereta Ilegal, Penjara Menunggu

Sabtu | 03/03/2018 11.53 WIB
Berani Lewati Perlintasan Kereta Ilegal, Penjara Menunggu
Sejumlah pengendara melintasi perlintasan kereta api ilegal di Jalan Danau Towuti, Kedaton. FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Membuka jalur hingga melintasi pintu perlintasan kereta api ilegal bisa kena sanksi pidana. Mulai hukuman badan hingga denda sampai miliaran rupiah. Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang Franoto Wibowo mengatakan, sanksi sudah diatur dalam undang-undang.

”Ada di Undang-Undang Nomor 23 tahun 20017 tentang Perkeretaapian. Di pasal 201 itu disebutkan, setiap orang yang membangun jalan, jalur kereta api khusus, terusan air, dan prasarana lain yang menimbulkan atau memerlukan pertambangan, perpotongan, atau persinggungan dengan jalan kereta api umum tanpa izin, dikenakan sanksi pidana tiga bulan penjara dan denda Rp1 miliar,” tandas Franoto kepada rilislampung.id, Sabtu (3/3/2018).

Sanksi juga dikenakan bagi warga yang melintasi perlintasan ilegal dengan sengaja. Ia merujuk pasal 199 UU yang sama. Tertulis, setiap orang yang berada di ruang manfaat jalan kereta api, menyeret barang di atas atau melintasi jalur kereta api tanpa hak dan menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan selain angkutan kereta api yang dapat mengganggu perjalanan kereta api, diancam penjara tiga bulan dan denda Rp15 juta.

Franoto meneruskan, sanksi lainnya juga bisa dikenakan pengendara di perlintasan resmi jika sengaja menerobos palang pintu perlintasan. ”Ada juga sanksinya kalau ada yang sengaja menerobos palang pintu padahal peluit peringatan sudah dibunyikan. Bisa kena denda Rp750 ribu,” tandasnya.

Kasatlantas Polresta Bandarlampung Kompol Syouzar Nanda Mega membenarkan. Pihaknya bahkan berhak menilang pengendara yang menerobos palang pintu perlintasan. ”Itu masuk rambu-rambu lalu lintas dan kami bisa menilang pengendara yang sengaja menerobos palang pintu. Seperti pada UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan pasal 296 junto pasal 114. Isinya menyebutkan pengendara yang menerobos pintu perlintasan kereta setelah sinyal berbunyi atau isyarat lain dapat dipidana dengan kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp750 ribu,” terangnya.

Namun, hingga kini pihaknya belum pernah melakukan penilangan atas pelanggaran tersebut. Dia beralasan pengendara suka kucing-kucingan. Kalau ada petugas semuanya patuh peraturan. ”Kalau nggak ada ya pasti ada saja yang melanggar,” keluhnya. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID