Bersihkan Sampah di Lampung, Pemprov Apresiasi Gerakan Ini
lampung@rilis.id
Senin | 09/07/2018 21.05 WIB
Bersihkan Sampah di Lampung, Pemprov Apresiasi Gerakan Ini
Plt. Asisten II Pemprov Lampung menerima rombongan World Clean Up Day Indonesia Regional Lampung, Senin (9/7/2018): FOTO: HUMAS PEMPROV

RILIS.ID, Bandarlampung – Gerakan bersih-bersih sedunia (World Clean Up Day) ternyata sudah masuk Lampung. Gerakan pembersihan sampah plastik ini meramah ke 150 negara, termasuk Indonesia.

Ketua World Clean Up Day Indonesia Regional Lampung, Theo Prasetio, mengatakan aksi di Lampung telah mulai dilakukan di dua kota, yakni Bandarlampung dan Metro.

Pihaknya berhasil mengumpulkan sampah sekitar 100 kilogram lebih. Seberat 36,8 kilogram di Taman Merdeka Kota Metro dan PKOR Wayhalim 58,95 kilogram.

“Karenanya, kami akan mengoptimalkan gerakan ini pada 15 September 2018. Untuk target peserta 150 ribu orang, dan Kota Metro 50 ribu orang,” kata Theo dalam siaran pers, Senin (9/7/2018).

Kerja keras dan dedikasi gerakan ini mendapat pujian dari Pelaksana tugas (Plt.) Asisten II Pemerintah Provinsi Lampung Taufik Hidayat saat menerima rombongan World Clean Up Day Indonesia 2018 Regional Lampung di kantor Gubernur Lampung.

“Pemprov sangat mengapresiasi kegiatan yang merupakan pekerjaan mulia ini. Memang urusan sampah ini bukan semata menjadi urusan pemerintah saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab kita bersama seluruh warga masyarakat,” ujarnya.

Yang paling penting, sambung Taufik, adalah kelompok sosial yang di dalam kegiatan ini. Menurutnya, alat canggih yang dimiliki pemerintah untuk membersihkan dan mengelola sampah harus didukung masyarakat.

"Kalau masyarakatnya tidak tergugah hatinya, maka kegiatan ini tidak akan mungkin berjalan," tuturnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung Fitter Syahboedin menyarankan gerakan bersih-bersih sampah dipusatkan di wilayah pesisir pantai.

Seperti di Bandarlampung yakni di Teluk Lampung. “Nantinya kami akan menyurati kabupaten/kota untuk mendukung aksi ini,” ujarnya.

Dengan nama “Let's Do It World”, gerakan ini awalnya diinisiasi oleh gerakan sosial di Estonia pada 2008 silam. Tujuannya mengajak masyarakat atau organisasi sosial untuk melakukan gerakan bersih-bersih sampah. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID