Bisnis Ekstasi, Warga Tanggamus Terancam 20 Tahun Bui
Muhammad Iqbal
Selasa | 06/11/2018 19.09 WIB
Bisnis Ekstasi, Warga Tanggamus Terancam 20 Tahun Bui
Sidang kasus ekstasi dengan terdakwa Mansyur Syah. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/M Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Mansyur Syah (43) warga Dusun Tanjung Likut, Desa Tiuh Memon, Kelurahan Memon, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, hanya dapat tertunduk lesu duduk di kursi pesakitannya mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alex Sander Mirza, di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang Bandarlampung, Selasa (6/11/2018).

JPU mendakwanya lantaran kedapatan memiliki dan menyimpan narkotika jenis pil ekstasi sebanyak 12 butir. 

“Mendakwa terdakwa Masnyur dengan pasal 112 dan 114 undang-undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika. Dimana terdakwa kedapatan memiliki dan menyimpan narkotika jenis pil ekstasi sebanyak 12 butir yang diperuntukkan oleh terdakwa jual terhadap orang lain,” kata JPU dalam persidangan. 

Lanjut JPU, bahwa terdakwa memiliki barang haram tersebut dari rekanya Mery (DPO), dimana terdakwa bersepakat dengan Mery untuk menjual barang haram tersebut. 

“Terdakwa mengenal Mery, dari bisnis jual beli narkotika jenis sabu, sebanyak 20 gram dengan harga Rp.18 juta. Pakey sabut tersebut telah habis laku dijual, hanya sisa 2 gram lagi, sebelum habis Mery menawarkan terdakwa untuk menjual pil ekstasi itu dengan kesepakatan ditukar dengan 2 gram paket sabu yang tersisa. Keesokan harinya terdakwa ditangkap oleh Ditresnarkoba Polda Lampung,” jelasnya.

Setelah mendengarkan dakwaan JPU majelis hakim ketua Aslan Ainin menunda persidangan dan dilanjutkan pekan depan dengan agenda keterangan terdakwa.

“Sidang kita lanjutkan pekan depan dengan keterangan terdakwa,” tutup majelis sembari mengetuk palu.(*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID