Bisnisnya sampai ke Lampung, KPK Bidik PT Gajah Tunggal
Rilis.id
Jumat | 20/04/2018 10.08 WIB
Bisnisnya sampai ke Lampung, KPK Bidik PT Gajah Tunggal
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berpotensi menjerat PT Gajah Tunggal Tbk dengan pidana korporasi. Pasalnya, perusahaan milik Sjamsul Nursalim tersebut diduga terlibat kasus dugaan suap surat keterangan lunas (SKL) BLBI.

Mengenai itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang tak banyak membantah. Ia mengatakan, pihaknya akan melihat peran Gajah Tunggal dalam kasus yang merugikan keuangan negara hingga Rp4,58 triliun itu. "Penyidik akan melihat sejauh apa peran korporasinya," ujar Saut, Jakarta, Jumat (20/4/2018)

Saut mengatakan, terpenting saat ini KPK juga tengah fokus ke penjeratan korporasi. Sebab, ini untuk memberi efek jera terhadap perusahaan-perusahaan agar tidak ikut korupsi.

"Ini universal sifatnya, di mana Indonesia jauh tertinggal. Itu sebabnya bahkan ada  dorongan paradigma 'predicate crime' lebih dahulu baru TPPU harus diubah sebab ketika KPK yakin ada pidananya di mana korporasi 'menikmati' keuntungan," kata dia.

Menurutnya setiap pelaku yang perusahaannya masuk dan terbukti bersama-sama menikmati uang hasil rasuah maka KPK tak akan segan menjerat pidana korporasi."Itu artinya bersama-sama (Pasal 55 KUHP) di mana pidana pokok dan TPPU-nya  menyatu sehingga tidak berlarut-larut kasusnya," papar Saut.

Diketahui dalam proses penyidikan mantan Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung telah melakukan penelusuran aset-aset yang terkait Sjamsul Nursalim. Salah satu asetnya adalah Gajah Tunggal, produsen ban terbesar di Asia Tenggara sebagaimana tertera dalam laman perusahaan.

Penelusuran aset dilakukan guna memaksimalkan pengembalian kerugian negara yang mencapai triliunan rupiah. "Jadi penyidik sudah masuk lebih jauh untuk menelusuri aset-aset terkait Sjamsul Nursalim yang salah satunya di Gajah Tunggal," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah beberapa waktu lalu.

Gajah Tunggal diketahui juga memiliki beberapa usaha sawit di Lampung. Yakni  PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) di Mesuji dan  PT. Karya Canggih Mandiri Utama (KCMU) di Pesisir Barat.

Upaya penelusuran aset itu terbukti dengan diperiksanya sejumlah petinggi Gajah Tunggal oleh penyidik. Mereka di antaranya Direktur Human Resource PT Gajah Tunggal Jusup Agus Sayono, Direktur PT Gajah Tunggal Ferry Lawrentius Hollen, hingga mantan Presiden Komisaris PT Gajah Tunggal, Mulyati Gozali.

Selain itu penyidik KPK juga pernah memeriksa Direktur Utama PT Datindo Entrycom, Ester Agung Setiawan. Datindo merupakan biro administrasi efek dan kerap mencatatkan saham-saham yang dicatatkan di luar negeri atau dual listing baik di Singapura, Australia, Amerika Serikat maupun London.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan Syafruddin sebagai tersangka. Dia diduga merugikan negara hingga Rp4,58 triliun lantaran menerbitkan SKL kepada Sjamsul. Angka kerugian negara itu dapat dari hasil audit investigasi BPK terbaru 2017.

Berkas penyidikan Syafruddin sendiri telah rampung dan dilimpahkan ke penuntut umum KPK. Saat ini surat dakwaan Syafruddin tengah disusun. Dalam waktu dekat sidang perdana perkara dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI kepada Sjamsul akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID