BKSDA dan Dishut: Setop Pembalakan dan Perburuan Satwa

Sabtu | 10/11/2018 17.03 WIB
BKSDA dan Dishut: Setop Pembalakan dan Perburuan Satwa
Kayu gelondongan jenis sonokeling hasil pembalakan. FOTO: RILISLAMPUNG.ID

RILIS.ID, Bandarlampung – Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Lampung, Teguh Ismail meminta masyarakat yang tinggal di sekitar hutan dan pihak-pihak lain menghentikan melakukan pembalakan dan perburuan satwa.

“Kita berkomitmen melindungi hutan dan satwa yang ada di wilayah Lampung. Dengan tujuan terhindar dari banjir, longsor dan kepunahan satwa. Pembalakan liar akan berdampak merugikan ekosistem hutan dan satwa. Ini sangat berpotensi menyebabkan banjir dan longsor," kata dia, Sabtu (10/11/2018).

Menurutnya, adanya pembalakan liar, selain merusak seluruh habitat, akan berdampak mengurangi populasi satwa.

Terkait perburuan satwa, juga bisa menimbulkan konflik yang kerap terjadi antara manusia dan hewan. Salah satunya manusia dan gajah di Lampung Timur atau sekitar area Waykambas.

“Konflik manusia dan beruang dan juga harimau terjadi di Lampung Barat dan Pesisir Barat, bahkan gangguan dari buaya terjadi di Tulangbawang dan Waykambas," ujarnya.

Jika kedua hal itu sudah membahayakan masyarakat pihaknya menerjunkan tim rescue, untuk melakukan evakuasi.

"Pembalakan liar sangat beresiko besar, karena akan membahayakan masyarakat dan satwa," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pelindungan dan Konservasi Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung,
Wiyogo Supriyanto menambahkan pihaknya telah melakukan kerjasama dengan BKSDA, Pemda, Kepolisian, dan stakeholder terkait untuk menjaga hutan dari pembalakan liar.

"Kami bekerjasama seperti melakukan operasi gabungan. Jika masuk ranah hukum, semua stakeholder menjadi saksi terkait pembalakan liar hutan dan satwa dilindungi. Kami memberikan penjelasan terkait kerugian akibat perburuan, bukan hanya materi tapi kerusakan ekosistemnya yang lebih ditekankan. Kami juga bekerjasama untuk melakukan penyitaan dan penangkapan," tuturnya.(*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID