BRI Plin-Plan, DKP Buang Badan

Senin | 26/02/2018 18.32 WIB
BRI Plin-Plan, DKP Buang Badan
Kepala Kantor Wilayah BRI Lampung Yoshua Palti Hutapea. FOTO: RILIS.ID/Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BRI Lampung Yoshua Palti Hutapea mengaku akan berkonsultasi dengan Pemkab Pesawaran terkait rencana penarikan tiga unit mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang ditenggelamkan di dasar laut Pulau Pahawang, Rabu (21/2/2018) lalu.

Menurut Yoshua, pihaknya belum memastikan apakah tiga ATM BRI akan ditarik kembali dari dasar laut. Karenanya, ia harus mengirim surat lebih dahulu ke Pemkab Pesawaran.

“Jika ada balasan mereka (Pemkab Pesawaran) meminta ditarik, kita berkomitmen ATM BRI akan kita tarik. Namun jika nantinya pihak Pemkab meminta kita tidak menarik ATM tersebut, iya kita tidak akan menariknya,” katanya ditemui rilis.id di kantornya, Senin (26/2/2018).

Yoshua membantah jika penenggelaman tiga unit mesin ATM BRI bukanlah merusak ekosistem laut. “Tujuan kita baik, bukan merusak ekositem laut atau membuang sampah di sana. Tujuan kita untuk membantu transplantasi terumbu karang,” ujarnya.

Dia menceritakan bahwa penenggelaman ATM BRI ini mirip seperti di Kepulauan Seribu, Jakarta. “(Kepulauan Seribu) Di sana bus yang sudah kuno juga ditenggelamkan di dasar laut. Tujuan sama untuk rumpon (Rumah ikan) dan media tumbuhnya terumbu karang,” tuturnya.

Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Chandra Murni mengatakan penarikan ATM BRI urusan pihak BRI dengan Pemkab Pesawaran. “Kalau kita hanya memberikan izin, kalau maksud tujuan mereka benar untuk membangun ekositem laut,” ucapnya. (*)

 

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID