Buka-Tutup Tempat Wisata di Bandarlampung, Pengusaha Bingung
Dora Afrohah
Selasa | 11/05/2021 20.41 WIB
Buka-Tutup Tempat Wisata di Bandarlampung, Pengusaha Bingung
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandarlampung M Yudhi. FOTO: RILISIDLAMPUNG/ Dora Afrohah

RILIS.ID, Bandarlampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung akhirnya mengeluarkan surat edaran kepada pengelola objek wisata dan pelaku usaha pariwisata untuk menutup sementara usahanya sejak 13-15 Mei 2021.

Surat edaran (SE) tersebut dikeluarkan pada 10 Mei 2021 dengan Nomor: 008/620/III.20/2021.

SE berdasarkan SE Gubernur Lampung Nomor: 045.2/1806/V/20/2021 tanggal 10 Mei 2021 tentang Imbauan Penutupan Tempat Wisata atau Hiburan.

Selain itu, surat dari Kapolresta Bandarlampung Nomor: B/707/V/OPS.1.2.3/2021 tanggal 7 Mei 2021 perihal Permohonan Penutupan Tempat Wisata di Kota Bandarlampung dalam rangka Mencegah Terjadinya Klaster Baru Covid-19.

SE yang ditandatangani atas nama Wali Kota Bandarlampung dan Plh Sekretaris Daerah Tole Dailami ini mengimbau destinasi wisata dibuka lagi setelah 17 Mei 2021.

Tentunya dengan melaksanakan protokol kesehatan (prokes) ketat dan menerapkan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas).

Destinasi wisata dan pelaku usaha pariwisata Kota Bandarlampung juga diminta membatasi jam operasional sampai pukul 18.00 WIB.

Di samping itu, jumlah pengunjung 25 persen dari total kapasitas serta menyediakan pos kesehatan dan ruang informasi bagi pengunjung wisata.

Dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandarlampung M Yudhi mengatakan, sebenarnya tanpa SE ini pun pelaku usaha dan wisata sudah memiliki kesadaran.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lampung, Adri, juga menegaskan untuk beberapa kabupaten seperti Pesawaran, Lampung Selatan, Tanggamus, Waykanan, Pesisir Barat, Lampung Barat, dan Lampung Timur ditutup.

"Kami akan monitoring, jika ada yang tetap buka akan dibubarkan oleh tim satgas Covid-19. Kami akan bekerja sama dengan satgas kabupaten," ungkap Adri, Selasa (11/5/2021).

Perdiansyah, perwakilan manajemen Lengkung Langit sebagai salah satu destinasi wisata populer di Bandarlampung di Pinangjaya, Kemiling, mengatakan pihaknya merasa bingung dengan kebijakan yang tampak seperti tumpang tindih.

Berdasarkan pertemuan dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pihak pengelola wisata boleh membuka tempat wisata asalkan membuat surat pernyataan akan menerapkan protokol kesehatan sesuai peraturan yang berlaku.

"Hasil pertemuan tanggal 3 Mei kemarin kami diminta buat surat pernyataan dan skema prokes internal. Sudah kita buat dan diserahkan." ungkap Perdiansyah, Senin (11/05/2021).

Perdiansyah mengatakan pihak pengelola tempat wisata sebenarnya tunduk dan patuh terhadap aturan pemerintah. Tapi di satu sisi merasa kebingungan dengan informasi tumpang tindih dan bertolak belakang. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID