Buku Puisi Isbedy “Kepada Para Toewan” Dirilis Bulan Ini - RILIS.ID
Buku Puisi Isbedy “Kepada Para Toewan” Dirilis Bulan Ini
lampung@rilis.id
Minggu | 19/08/2018 18.50 WIB
Buku Puisi Isbedy “Kepada Para Toewan” Dirilis Bulan Ini
Isbedy Stiawan ZS. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/ Anto RX

RILIS.ID, Bandarlampung – Penyair Lampung, Isbedy Stiawan ZS, kembali meluncurkan buku puisi berjudul Kepada Para Toewan pada bulan ini. Buku setebal 134 halaman (XVI) dan berukuran 140 x 210 sentimeter itu tengah proses cetak.

Buku puisi Isbedy ini didedikasikan kepada sejumlah tokoh dengan sebutan “Toewan” hingga terhimpun menjadi Kepada Para Toewan yang diterbitkan Siger Publisher Lampung.

Menurut Isbedy, Kepada Para Toewam adalah buku kedua yang diterbitkan pada tahun ini. Sebelumnya, kumpulan puisi  Di Alunalun itu Ada Kalian, Kupukupu, dan Pelangi pada Mei 2018 sebagai kado 60 tahun kelahirannya.

“Alhamdulillah saya masih diberi kesehatan, kreativitas, dan produktif berkarya. Puisi-puisi dalam buku ‘Kepada Para Toewan’ ini saya buat dari 2017 dan 2018,” kata penyair berjuluk Paus Sastra Lampung ini kepada Rilislampung.id, Minggu (19/8/2018).

Pengampu Lamban Sastra ini menjelaskan, buku puisi sebelumnya sudah terjual lebih dari 200 eksemplar habya lewat media sosial facebook (FB).

“Saya juga berharap 'Kepada Para Toewan' ini mendapat sambutan yang bagus dari pembaca. Apalagi sejumlah tokoh real ataupun rekaan tersebut di puisi-puisi ini," ujarnya.

Buku puisi Kepada Para Toewan memuat puisi yang judulnya menggunakan kepada toewan, seperti Bach (Wagub Lampung Bachtiar Basri), Mendrofa (CEO Rilis.id Ilham Mendrofa), Ade Yunarso (Pemred Rilislampung.id), Segan Petrus (Redaktur Rilislampung.id), Yozi Rizal (Anggota DPRD Lampung).

Kemudian Hurgronje, Mahathir, Nuh, Ade Utami, Ferdi Gunsan, Fauzi Hasan, HAS (Heri Agus Setiawan, ketua DPRD Tanggamus), Handry TM, Alfarizie, Irba, Bayu, Dian, Oyos.

Selanjutnya Ikhsan, Barboy, Zaki, Malim, Hus (penyair yang anggota DPRD Kepri), Juwe, Kim, Fajar, Mawan, Halim, Kahfie, Slauerhoff, Conie, Himawan Imron, dan toewan-toewan lainnya.

“Seharusnya ejaan lama untuk tuan itu ditulis 'toean' namun saya tulis 'toewan' ada huruf 'w' bukan tak sengaja, tapi sekali lagi biar unik saja. Ini semata-mata demi mendapat efek keunikan,” jelas Isbedy.

Masih kata Isbedy, kedua buku puisinya yang terbit 2018 itu akan pula diluncurkan di Rumahhitam, Batam, 15 September 2018.

“Saya diundang RBB Rumahitam sebagai teraju utama. Ini jemputan yang saya nilai prestise. Saya harus datang dan membawa 2 buku puisi saya yang terbaru," pungkasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID