Bun Kopi Tetap Beromset Ratusan Juta Perbulan Saat Pandemi, Ini Rahasianya
lampung@rilis.id
Minggu | 14/02/2021 07.35 WIB
Bun Kopi Tetap Beromset Ratusan Juta Perbulan Saat Pandemi, Ini Rahasianya
Suasana di dalam Bun Kopi Wayhalim./Foto: Dora Afrohah

RILIS.ID, Bandarlampung – Membuka usaha di masa pandemi bukanlah hal yang tidak mungkin, asalkan yakin dan fokus.

Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Ketut  Anggar Sae Prima, pemilik usaha Bun Kopi.

Anggar mengaku, meski masih dimasa pandemi, ia masih bisa meraup omset hingga Rp400 juta perbulan dan bahkan telah mempekerjakan lebih kurang 60 karyawan.

Apa rahasianya?

“Dengan mengusung konsep yang instagramble dan unik serta klasik, sangat cocok dijadikan tempat hangout, foto-foto dan sekedar mencicipi menu andalan kami, yaitu Roomie dan Red Velvet,” ungkap Anggar saat ditemui Rilislampung.id, Sabtu (13/2/2021).

Anggar juga mengatakan, usahanya mengombinasikan konsep industrial, modern, bohemian rustic dan japanese. Warna gerai juga didominasi warna putih dan perpaduan kayu.

“Konsep Bun Kopo referensinya dari luar negeri, seperti Tokyo, Filipina dan Thailand. Kami buat unik supaya bisa untuk foto katalog, pre wedding atau arisan. Jadi untuk umur 40-45 tahun masih bisa. Keluarga dan anak-anak juga bisa karena ada pilihan ruangan bebas rokok,” tambah Anggar.

Bun Kopi juga memperkuat konsepnya dengan beberapa spot foto yang instagramable karena menyasar remaja milenial, khususnya cewek yang pasti hobi foto. Tempatnya juga dijanjikan nyaman untuk working space atau kongkow sambil kerja.

“Masa pandemi pasti ekonomi menurun, kalau tidak beralih ke bisnis baru pasti akan kacau. Akhirnya saya coba fokus di food and bavarage dan fokus dari awal jual konsep selain rasa,” kata Anggar memberikan resep bisnisnya bisa bertahan dimasa pandemi.

Anggar juga berpegang pada riset dan keyakinan. Menurutnya, jika tidak mau mencoba, berarti itu sebuah kegagalan.

“Tapi kalau mau coba walaupun gagal, artinya kita sudah ambil kesempatan dan tetap buka peluang untuk dapat kesempatan berhasil,” ungkap Anggar memotivasi.

Lebih lanjut menurut Anggar, pihaknya selain menjaga komunikasi di instagram dengan tagar (#temanbundaran), ia juga fokus dalam pemasaran digital.

“Fokus juga ke digital marketing, kita perhatikan katalog produk, memahami promosi dan pemasaran karena sekarang zaman digital semuanya lewat media sosial,” pungkasnya.

Bun Kopi, menurut Anggar didirikannya sejak bulan April 2020 dan kini telah membuka empat outlet. Antara lain di Jalan Gajah Mada Nomor 39, Bandarlampung, Jalan ZA Pagar Alam Nomor 57, Kedaton, Bandarlampung, Jalan Arief Rahman Hakim Nomor 18, Wayhalim, Bandarlampung dan di Jalan Raden Intan Nomor 28, Kelurahan Imopuro, Metro Pusat.(*)

Laporan: Dora Afrohah

 

 

 

Editor Andry Kurniawan


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID