Bungkil Sawit di Eks PT Andatu Sebarkan Penyakit
lampung@rilis.id
Rabu | 08/01/2020 17.27 WIB
Bungkil Sawit di Eks PT Andatu Sebarkan Penyakit
Rusdi, Ketua RT 05 Kampung Fery, Srengsem, Bandarlampung.

RILIS.ID, BANDARLAMPUNG – Warga Kampung Fery, Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, Kota Bandarlampung, mengeluhkan bau busuk dan debu akibat stock file bungkil sawit yang berada di eks PT Andatu.

"Kami ini sudah lama mengeluhkan bau busuk dan debu akibat bungkil sawit ini, badan kami warga Srengsem ini, gatal-gatal, debunya menghitam, jelas debu bungkil itu masuk rumah," ujar Rusdi, Ketua RT 05 Kampung Fery, usai mengantarkan surat pengaduan ke DPRD setempat, Selasa (7/1/2020).

Menurut Rusdi, warganya hampir semua terkena dampak dari debu bungkil sawit tersebut. Selain berakibat pada kesehatan, seperti batuk pilek, warga juga mengalami gangguan kesehatan kulit dan air yang keruh terkena debu bungkil.

"Banyak ibu-ibu yang terkena bentol-bentol, debu bungkil ini bikin gatel-gatel, debunya masuk rumah, pasti kena air dan makanan. Kami ini sudah pernah ngadu ke kelurahan, tapi perjanjian yang dibuat saat itu diingkari oleh pihak perusahaan, maka dari itu warga Srengsem Panjang, datang mengadu ke DPRD, supaya ada solusi," ungkapnya.

Rusdi yang juga di dampingi dua warganya ini menyampaikan bahwa limbah bungkil sawit ini sangat menganggu pernafasan warga. Debu kalau kena mata pedih, air sumur warga bau, dan belatungan.

"Sudah dipanggil ke kelurahan, kita pernah ada mediasi dan ditemukan solusi, agar debu tidak beterbangan dan berceceran saat bongkar muat, tapi belakangan diingkari perusahaan, dan kami pun sudah berbagai cara mediasi, tapi nggak bisa, ini sudah berlangsung 2-3 tahunan, kami mengadu kemana lagi," keluhnya.

Yang pasti, imbuh dia, akibat dari stok file bungkil sawit tersebut sangat merugikan warga, bisa menyebabkan ISPA (Infeksi saluran pernafasan akut). 

"Jelas berdampak pada kesehatan masyarakat, batuk-batuk dan gatal-gatal, debu dan bau," ujarnya.

Sementara Sekretaris Komisi III DPRD Bandarlampung, A.Riza menyampaikan bahwa komisinya yang membidangi tentang dampak lingkungan hidup, akan membahasnya.

"Ya kita lihat dulu seperti apa masalahnya, kita akan bawa rapat komisi, selanjutnya kita agendakan hearing bersama perusahaan bungkil sawit tersebut, beserta stakeholder terkait dan lurah serta camat, kita bahas bersama mencarikan solusi yang baik untuk masyarakat," ucapnya.(*) 

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID