Calo e-KTP Bisa Dipenjara 6 Tahun, Denda Rp75 Juta
Isti Febri Wantika
Senin | 24/02/2020 17.10 WIB
Calo e-KTP Bisa Dipenjara 6 Tahun, Denda Rp75 Juta
Warga mengurus e-KTP di Disdukcapil Lampung Utara. Foto: Rilislampung.id/Isti Febri Wantika

RILIS.ID, Lampung Utara – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) menggunakan skala prioritas untuk pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di kabupaten setempat.

Pasalnya, beberapa waktu yang lalu stok blanko e-KTP di Disdukcapil sempat menipis dan masih banyak Masyarakat yang telah melakukan perekaman hanya mendapatkan Suket (Surat Keterangan).

Maspardan, Kepala Disdukcapil Lampura mengatakan, jika pihaknya minggu lalu telah mengambil 6 ribu blanko e-KTP agar masyarakat dapat sgegera memiliki e-KTP yang sebenarnya.

"Alhamdulillah, minggu lalu jalan ke Jakarta kita mendapatkan 6 ribu blanko,"ujarnya, Senin (24/2/2020).

Sebelumnya, Maspardan juga menjelasnya jika pihaknya telah berkoordinasi melalui camat dan aparat desa, agar masyarakat yang jauh dari Kantor Disdukcapil menerima informasi dan tidak kecewa dengan pelayanannya.

Masih Maspardan, Ia juga memastikan, bila tidak ada masyarakat yang memanfaatkan momen adanya stok blanko di Disdukcapil ini. Dan bila ada masyarakat atau pegawai yang menjadi calo kelengkapan data kependudukan akan segera ditindak tegas, dan diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

Sesuai UU 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, hal itu diancam dengan hukuman penjara dan/atau denda.

Mengacu pada Pasal 95B, ada sanksi pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda Rp 75 juta.

Marwoto, warga asal Abung kunang mengatakan, pihaknya sudah lama mendapatkan suket E-KTP, ketika mengetahui melalui Kades jika stok blanko ada, ia segera mendatangi Disdukcapil setempat, khawatir tidak kebagian seperti beberapa waktu yang lalu.

"Iya tau anak saya ngebaca di Facebook waktu itu, katanya blanko muali hari ini udah ada. jadi tadi pagi-pagi sudah kesini aja," ucapnya.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID