Catat! Begini Aturan Pasang Alat Peraga Kampanye

Kamis | 13/09/2018 22.21 WIB
Catat! Begini Aturan Pasang Alat Peraga Kampanye
Rapat koordinasi kampanye pemilu 2019 bersama KPU se-Lampung, Kamis (13/9/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Taufik Rohman 

RILIS.ID, Bandarlampung – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung menyosialisasikan batasan alat peraga kampanye (APK) kepada KPU 15 kabupaten/kota se-Lampung. 

Komisioner KPU Lampung, Solihin, menjelaskan peserta pemilu atau bakal calon legislatif (bacaleg) boleh membuat APK pribadi. Dengan syarat, dikoordinir parpol pengusung, kecuali bacaleg DPD RI.

Hal itu sesuai Peraturan KPU (PKPU) Nomor 23 tahun 2018 tentang Proses Kampanye dalam Pemilihan Presiden maupun Pemilihan Legislatif (DPRD dan DPD). KPU membatasi jenis, jumlah, dan materi dalam APK dan juga metode pembuatan serta penyebaran bahan kampanye. Materi dan desain APK paling sedikit hanya memuat visi, misi, dan program. 

"Utamakan bahan yang mudah didaur ulang," kata Solihin di Hotel Bukit Randu, Kamis (13/9/2018).

Terkait batasan yang harus diperhatikan oleh peserta pemilu, baik parpol, bacaleg DPD RI, dan DPRD provinsi maupun kabupaten/kota, seperti metode penyebaran bahan kampanye, materi kampanye, dan sosialisasi tatap muka.

Solihin menerangkan, sosialisasi atau kampanye tatap muka, terbagi menjadi tiga. Yakni pertemuan terbatas, rapat umum, dan juga tatap muka secara terbuka. 

"Untuk pertemuan terbatas yang diselenggarakan secara tingkat nasional maksimal 3000 orang, tingkat provinsi 2000, dan tingkat kabupaten 1000. Dan dilakukan di ruang tertutup atau gedung,” paparnya.

Untuk rapat umum di tempat terbuka dan tidak ada batasan peserta. Sedangkan untuk kampanye tatap muka bisa di dalam maupun luar ruangan, tidak ada batasan peserta.

Bahan dan materi sudah diatur dalam pasal 23 PKPU Nomor 23 tahun 2018. Meliputi baliho, billboard, dan videotron maksimal ukuran 4 x 7 meter, spanduk (1,5 x 7 meter), dan umbul-umbul (5 x 7 meter). 

"APK tidak boleh dipasang di tempat ibadah termasuk halaman rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, dan lembaga pendidikan (gedung dan sekolah)," jelasnya.

KPU juga memfasilitasi pengadaan APK untuk anggota DPRD provinsi hanya baliho, kabupaten spanduk dan baliho, dan juga iklan di media sosial.

"Bergantung anggaran. Kami karenanya akan menunggu laporan KPU kabupaten/kota, terkait jumlah titik yang tersedia dan akun medsos apa saja. Paling lambat H-3 sebelum masa kampanye atau 20 September 2018," terangnya. 

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Divisi Pengawasan, Iskardo P Panggar, menjelaskan pihaknya akan mengawasi APK yang tidak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan KPU. (*)

 

 

 

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID