Covid-19 Makin Menjadi, Tempat Hiburan dan Sekolah di Mesuji Ditutup - RILIS.ID
Covid-19 Makin Menjadi, Tempat Hiburan dan Sekolah di Mesuji Ditutup
Juan Situmeang
Rabu | 16/09/2020 15.58 WIB
Covid-19 Makin Menjadi, Tempat Hiburan dan Sekolah di Mesuji Ditutup
Ilustrasi Kalbi Rikardo/Rilislampung.id

RILIS.ID, MESUJI – Upaya meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mesuji terus dilakukan pemkab setempat.

Kali terakhir, langkah yang dilakukan adalah mengambil kebijakan menutup sekolah dan tempat hiburan Taman Kehati.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Mesuji Nawawi Madni mengatakan, pihaknya langsung mengambil langkah tegas usai mengetahui pertambahan pasien postif Covid-19 di Mesuji yakni dengan menutup sementara semua pembelajaran tatap muka dari tingkat SD dan SMP se-Mesuji.

”Saya sudah buat surat edaran ke semua sekolah mulai hari ini (Selasa, 15/11/2020) untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka dihentikan,” katanya.

Langkah itu diambil sesuai dengan Surat dari Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mesuji No.420/2823/IV.03/DPK/MSJ/2020 tentang KBM 2020/2021 pada masa pandemik Covid-19. Pertimbangannya, kata Nawawi, pertambahan jumlah pasien satu pekan terahir yang menjadi 8 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sehingga, semua KBM kembali ke pola belajar dalam jaringan (daring). Namun untuk tenaga pendidik dan kependidikan tetap melaksanakan tugas seperti biasa dengan mematuhi protokol kesehatan ketat.

”Jadi kita tidak mau ambil resiko. Lebih baik kita hentikan sementara (KBM tatap muka),” ujarnya. 

Hal yang sama juga dilakukan pada sekolah di bawah Kementerian Agama yang ada di Mesuji.

Melalui Surat Edaran yang dikeluarkan Kepala Kantor Kementerian Agama Mesuji Sanusi, semua sekolah RA, MI, MTs dan MA di Mesuji melaksanakan KBM melalui daring mulai 14-27 September 2020.  Dan akan dikeluarkan kebijakan selanjutnya sesuai dengan perkembangan Covid-19 di Mesuji.

Selain sekolah, Taman Kehati Kabupaten Mesuji yang belum genap satu pekan dibuka saat ini sudah dilakukan penutupan kembali agar tidak menjadi tempat yang berpotensi menyumbang kluster penyebaran baru Covid-19  bagi warga.

”Kita tutup kembali, sudah dari hari pertama diumumkannya empat orang tenaga kesehatan positif Covid-19. Itu untuk mengantisipasi penyebaran,” ujar Kepala UPTD Taman Kehati Rama bersamaan dengan pengumuman empat pasien Covid-19 disampaikan ke masyarakat.  

Namun di tengah semakin merebaknya jumlah orang yang terpapar virus corona tersebut di Mesuji, langkah penanganan sosial di lapangan tidak tampak ada perubahan.

”Saya lihat, kok sama saja. Seperti tiada ada apa-apa. Padahal wilayah ini (Tanjungraya, Red) sudah menyumbang empat orang pasien covid-19. Itu lihat di Pasar Brabasan. Semua orang lalu lalang biasa. Orang berjualan biasa. Banyak yang tidak pakai masker. Tidak ada petugas yang keliling, misalnya membubarkan massa atau woro-woro, seperti normal-normal saja,” keluh Agus (45), warga Brabasan.

Ia berharap ada petugas atau aparat yang berpatroli ketat di Pasar Brabasan, Pasar Gedungram dan tempat-tempat umum lainnya bahkan di desa-desa di wilayah Kecamatan Tanjungraya yang keliling dan membubarkan massa berkerumun. Mendispilinkan warga untuk mematui protokol kesehatan selama 24 jam terus menerus.

”Itu harapan kami. Situasi sudah seperti ini. Sudah jelas Tanjungraya sebagai penyumbang empat dari delapan pasien Covid-19 di Mesuji, kok semua berjalan biasa saja,” pungkasnya.(*)  

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID