Dalami Dugaan Malapraktik di RS Asy Syifa, Polisi Kembali Periksa Saksi
Joni Efriadi
Selasa | 02/07/2019 10.38 WIB
Dalami Dugaan Malapraktik di RS Asy Syifa, Polisi Kembali Periksa Saksi
Septina, korban dugaan malapraktik menunjukkan tanda bukti laporan di Polres Tulangbawang, Kamis (20/6/2019). FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, TUBABA – Polres Tulangbawang terus mendalami penyelidikan terkait dugaan malapraktik yang terjadi di Rumah Sakit Asy Syifa Medika, Tulangbawangbarat. Pada Senin (1/7/2019), penyidik mengambil keterangan Susilawati, bibi dari Septina yang merupakan pelapor dari kasus ini.

Susilawati diambil keterangannya sekitar tiga jam oleh penyidik. Dia diminta keterangannya lantaran ikut mendampingi Septina saat melakukan cek kesehatan di (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) Panaraganjaya, Tulangbawang Tengah, Kamis (20/6/2019).

”Pertanyaannya soal penemuan kain kasa di perut keponakan saya (Septina, Red),” kata Susilawati di Mapolres Tulangbawang, seusai di periksa penyidik, Senin (1/7/2019).

Sebelumnya, Kamis (27/6/2019) lalu polisi telah memanggil dua saksi yakni dokter dan bidan Poned Panaraganjaya. Keduanya diperiksa selama lima jam. Perihal penemuan kain kasa di mulut rahim korban, hingga proses penanganannya.

Diketahui, Septina (25), warga Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulangbawang Barat (Tubaba), melaporkan oknum tenaga medis di Rumah Sakit Asy-Syifa Medika Tubaba ke Polres Tulangbawang.

Dia diduga menjadi korban malapraktik di rumah sakit (RS) tersebut. Sebab, sebuah kain kasa tertinggal di dalam perutnya pascaoperasi cesar anak pertamanya pada 27 Maret 2019.

Kain yang sudah berwarna kehijauan itu dikeluarkan tenaga medis dari PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) Panaraganjaya, Tulangbawang Tengah, Kamis (20/6/2019), ketika korban memeriksakan kesehatannya. 

Pasca melahirkan, korban kerap mengeluh sakit di perut serta nifas yang tidak kunjung berhenti meski telah 85 hari melahirkan. Kondisinya diperparah keluarnya cairan berbau menyengat dari organ intim.

”Awalnya sakit-sakit perut saya. Terus sebulan habis cesar mulai nifas, ke luar cairan gitu dan berbau busuk. Sampai orang di sekeliling saya bisa ngebauinnya. Seminggu terakhir ini tambah parah, karena saya mulai demam. Saking panasnya sampai ke luar air mata," kata Septina, ditemui di Mapolres Tulangbawang, Kamis (20/6/2019). 

Bidan Eka, salah satu tenaga medis PONED Panaraganjaya membenarkan jika mereka telah mengeluarkan kain kasa dari mulut rahim korban. 

”Pas IVA (inspeksi visual asam asetat) kan kita buka rahimnya. Saat dibuka sesuai keluhan nifasnya bau, ternyata ada itu (kasa),” ujar dia.

Sebelumnya, Majril, dari Humas RS Asy-Syifa Medika Tubaba sangat menyayangkan munculnya laporan dugaan malapraktik tersebut. Namun demikian, mereka menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum.

"Kami akan terbuka dalam kasus ini. Pihak rumah sakit tentunya tidak menginginkan hal seperti," tegas Majril.

Pihak RS sendiri telah melakukan rapat internal. Keputusannya, komite medik rumah sakit akan melakukan audit medik untuk menangani kasus tersebut. "Audit medik ini akan menjadi acuan rumah sakit dalam menyikapi kasus ini," paparnya.(*)

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID