Datuk Sinaro, Wartawan yang Ingin Benahi Sistem Pengawasan Pemilu

Jumat | 01/06/2018 06.45 WIB
Datuk Sinaro, Wartawan yang Ingin Benahi Sistem Pengawasan Pemilu
Calon anggota Bawaslu Lampung tambahan, Syafnijal Datuk Sinaro. FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Bandarlampung – Syafnijal Datuk Sinaro adalah satu-satunya wartawan yang menjadi calon anggota Bawaslu Lampung tambahan bersama 27 orang lainnya. Ia akan menjalani tes wawancara di Hotel Emersia pada Sabtu (2/6/2018).

Menjelang tes wawancara, Rilislampung.id berbincang dengan wartawan Sinar Harapan terkait gagasan dan motivasinya mengikuti seleksi calon Bawaslu Lampung.

Datuk Sinaro—sapaan akrabnya – mengatakan bahwa pengawasan pemilihan kepala daerah dan pemilihan umum harus dilakukan tanpa pandang bulu. Sejumlah perwakilan pun terlibat, mulai pers, akademisi hingga tokoh masyarakat masuk dalam struktur lembaga pengawasan.

“Kalau kita dari profesi wartawan tetap menginginkan ada keterwakilan pers karena memang pengawasan sekarang sudah begitu kompleks. Tidak hanya sekadar pasang banner bagi uang, tapi sudah di media cetak, elektronik, TV, radio dan media siber,” katanya, Kamis (31/5/2018).

Sehingga dibutuhkan orang- orang yang berpengalaman di dunia pers. Harapnnya bisa mengoptimalkan proses pengawasan, terutama kampanye hitam melalui media sosial.

“Sehingga tidak lagi konvensional pengawasan,” ujar mantan anggota Panwaslu Kabupaten Lampung Selatan ini.

Tidak cukup di situ, dibutuhkan orang-orang yang berpengalaman dan memiliki integritas baik.  Dari sisi kewenangan yang diatur oleh Undang-undang dinilai sudah cukup baik, pelanggaran administrasi hingga sengketa sudah diputus oleh Bawaslu.

“Ditambah lagi Bawaslu diberi tugas untuk mencegah terjadinya pelanggaran, artinya sudah luas tugas wewenangnya. Cuma sekarang orang-orangnya ini harus bekerja maksimal menggerakkan jajarannya dari tingkatan provinsi hingga pengawas TPS,” paparnya.

Apalagi tahun ini akan menghadapi pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

“Kalau Pilgub istilahnya yang ‘bermain’ hanya 3 sampai 4 orang. Beda halnya dengan Pileg dan Pilpres lebih banyak yang ‘bermain’, dan penanganannya lebih luas,” ujarnya.

Datok Sinaro bertekad jika masuk dalam Bawaslu Lampung akan merangkul seluruh insan pers untuk sama-sama mengawasi pesta demokrasi.

“Jika itu bisa digerakkan, maka akan termotivasi secara terus menerus setiap hari. Artinya bisa digerakan baik cetak maupun TV dan online, artinya enggak main-main. Ini pun pernah saya alami saat menjadi pengawas pemilu tahun 2010 saat pilkada pertama, hingga larut malam terus melakukan pemantauan kecurangan,” kenangnya.

Sementara anggota Tim Seleksi Bawaslu Lampung, Yusdianto, mengatakan pelaksanaan tes wawancara akan dilakukan sampai hari Minggu. Ini mengingat keterbatasan timsel dalam mewawancarai 28 calon anggota Bawaslu.

“Satu hari paling bisa 4 hingga 5 orang yang diwawancarai hingga malam, maka waktunya cukup sempit," ujarnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID