DBD Renggut Nyawa, DPRD Lampung Utara Tuding Diskes Lelet - RILIS.ID
DBD Renggut Nyawa, DPRD Lampung Utara Tuding Diskes Lelet
Isti Febri Wantika
Senin | 03/02/2020 16.25 WIB
DBD Renggut Nyawa, DPRD Lampung Utara Tuding Diskes Lelet
Jenazah Aulia Rahma di rumah duka. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Isti Febri Wantika

RILIS.ID, Lampung Utara – Aulia Rahma, warga Jalan Hamimi Fairal Mega Nomor 095 Kotabumi Udik, Lampung Utara meninggal dunia karena terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).

Aulia merupakan salah satu siswa kelas V yang bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Islamiyah.

Paman korban, Idhamsyah saat ditemui di kediamannya, Senin (3/2/2020) mengatakan kalau keponakannya ini meninggal dunia karena DBD.

Awalnya keponakannya itu menderita sakit dan diduga demam biasa, Kamis (30/1/2020). Lantaran dianggap demam biasa, pihak keluarga yakni adiknya Koharipandi dan istri Sari tidak terlalu menggubris kejadian yang dialami keponakannya itu.

Karena tidak sembuh keesokan harinya langsung dibawa ke Puskesmas Kotabumi Udik untuk dilakukan rawat jalan.

Merasa tidak puas kembali dibawa ke Rumah Sakit Maria Regina, lalu beberapa hari kemudian dirujuk lagi IGD RS Ryacudu.

"Memang pada saat di IGD RS Ryacudu  itu trombosit keponakan saya ini memang sudah mulai lemah hanya mencapai 37," katanya.

Minggu (2/2/2020) dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek Bandarlampung untuk dilakukan observasi lebih dalam.

Kondisi keponakannya itu memang lemah tadi subuh. Hingga akhirnya pada pukul 07.15 WIB dinyatakan sudah tidak dapat tertolong lagi.

Sebelumnya, sekitar pukul 05.00 WIB kondisi korban sempat membaik karena terdengar dari dalam ruang perawatan itu jeritan.

"Emakkkk....sakittt...suara itulah yang terdengar lantangnya sehingga keluarga merasa aman kalau keponakan saya itu bisa sembuh," katanya.

Akan tetapi setelah menjerit lalu diam saja dan posisi tenang. Kemudian setelah sekitar 3 jam lamanya tepatnya jam 07.15 WIB sudah meninggal dunia.

Dengan fase kritis yakni pada sebelum meninggal dunia itu suhu badan terasa dingin seperti es.

Setelah itu keluar darah dari hidung dan dubur korban. "Jadi tiga jam sebelumnya memang terasa dingin badan keponakan saya," katanya

Kadiskes Lampung Utara Maya Metissa mengatakan kalau pihaknya telah melakukan melakukan sosialisasi kesehatan kepada 27 puskesmas.

Diantaranya kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan memang penyakit saat ini penyakitnya menular.

Demam dengue ini dimulai sejak 7 hari dengan sasaran nyamuk itu kulit dan darah yang harus diperiksa.

"Kalau memang demam di hari ketiga harus diharuskan periksa ke dokter," katanya

Secepatnya akan dilakukan pemfogingan untuk wilayah tersebut termasuk sekolah anak tersebut.

Jika melihat data dari tahun lalu setiap tahunnya pada Januari banyak pasien DBD dan tahun lalu terdata ada 129 yang terjangkit DBD.

Sedangkan Januari tahun ini ada sekitar 54 orang yang terjangkit DBD. Dengan alat foging tersebut ada sekitar 8 unit yang dimiliki Dinkes Lampura.

Tetapi dalam mencegah DBD ini yang diharapkan itu masyarakat harus bisa membudidayakan pola hidup sehat.

Wansori Alam, anggota komisi IV DPRD setempat menyesalkan leletnya atau lambannya sikap dari Dinkes Lampura.

"Harusnya Diskes itu kan punya jadwalnya, apalagi ini bulanan musim Januari itu kan pancaroba dan harusnya setiap tahunan harus bersiaga," katanya.

Jadi lanjut dia, jangan seperti anak kecil yang selalu dititah dan memang sistemnya sudah tahu. Apalagi musim hujan ini sangatlah rentan dengan musibah ini dan masing-masing harus cepat.

"Maka harus ada terobosan gagasan dan inovasinya, terutama alat foging harus standby," tegasnya.(*)

Editor Adi Pranoto


Tags
#DBD
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID