Denpom Lampung Ajukan Oknum Anggota TNI Penembak Sopir Taksi Online ke Pengadilan Militer
Muhammad Iqbal
Selasa | 20/04/2021 16.39 WIB
Denpom Lampung Ajukan Oknum Anggota TNI Penembak Sopir Taksi Online ke Pengadilan Militer
Korban penembakan oknum anggota TNI di Lampung. Foto: istimewa

RILIS.ID, Bandarlampung – Kasus penembakan sopir taksi online bernama Kurnalis Asmarantaka (51), warga Langkapura, Bandarlampung oleh penumpangnya sendiri yang merupakan oknum anggota TNI aktif dari Batalyon Infanteri (Yonif) 143/Tri Wira Eka Jaya di Desa Candimas, Kecamatan Natar, Lampung Selatan (Lamsel) berinisial G, sudah berjalan lebih kurang satu bulan. 

Menurut Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 043 Garuda Hitam Mayor (Inf) Joko Warsito, saat ini pihak Detasemen Polisi Militer (Denpom) II/3 Lampung sedang mengajukan ke Pengadilan Militer, terkait sanksi-sanksi yang akan diterima oleh tersangka G. 

“Dari Denpom lagi naik ke Pengadilan,” ujarnya kepada RilisLampung, Selasa (20/4/2021).

Berita Terkait Baca: Denpom Lampung Masih Selidiki Motif Oknum Anggota TNI Tembak Sopir Taksi Online

Untuk sanksi itu sendiri, Joko menyatakan masih menunggu hasil persidangan militer tersebut. 

Sementara, disinggung terkait pengadilan militer, apakah yang berada di Sumatera Selatan, Joko enggan berkomentar secara gamblang. 

“Oke...” Jawaban singkatnya.

Sebelumnya diketahui Kurnalis ditembak oleh Oknum G pada Sabtu (20/3/2021) lalu dengan menggunakan senjata api dengan munisi karet. Peluru tersebut melukai bagian leher belakang korban. Penembakan itu terjadi di Jalan ZA Pagar Alam, tepatnya didepan kantor BPJS Kesehatan Kota Bandarlampung. 

Beruntung korban sempat melakukan perlawanan dan sempat terjadinya perebutan kemudi kendaraan mobil Agya dengan nomor polisi BE 1461 CC. Usai ditembak dan terluka, korban dibawa lari oleh pelaku dan ditinggalkan di area perkebunan sawit bersama mobilnya di ruas jalan Soekarno Hatta, Natar, Lampung Selatan. (*)

Lihat video menarik lainnya:

Editor Andry Kurniawan


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID