Di Lapas Rajabasa, Cuma 30 Warga Binaan yang Bisa Nyoblos
Muhammad Iqbal
Selasa | 26/06/2018 17.20 WIB
Di Lapas Rajabasa, Cuma 30 Warga Binaan yang Bisa Nyoblos
Kalapas Rajabasa Sujonggo. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/M.Iqbal

RILIS.ID, Bandarlampung – Meski warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I A Bandarlampung atau Lapas Rajabasa berjumlah ribuan, namun hanya 30 orang yang memiliki hak pilih untuk mencoblos di Pilgub Lampung pada 27 Juni.

Kalapas Rajabasa Sujonggo mengatakan, total warga binaan di Lapas tersebut mencapai 1.112 orang. Pihaknya telah mengajukan data pemilih tetap sebanyak 907 orang. (Baca: Kacau! Ribuan Napi di Lampung Tidak Bisa Ikut Coblosan)

“Namun setelah diverifikasi oleh KPU, ternyata cuma 30 orang yang punya hak pilih. Sementara 29 orang lainnya para petugas Lapas. Jadi total 59 mata pilih di sini,” katanya kepada rilislampung.id, Selasa (26/6/2018).

Sujonggo mengaku tidak memahami apa alasan KPU hanya mengakomodir 30 warga binaan sebagai pemilih di Pilgub Lampung. “Kami sudah konfirmasi ke KPU, tapi jawabannya berdasarkan hasil verifikasi,” ucapnya.

Terkait jumlah bilik suara di Lapas Rajabasa, Sujonggo memastikan hanya satu unit yang akan dipasang di aula lapas setempat.

“Bilik suara cuma ada satu, kan mata pilihnya di sini sedikit. Besok kita buka mulai dari jam 07.00 sampai batas waktu sekitar jam 13.00 WIB. Ini kita TPS 10,” tuturnya.

Sementara mantan Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampurna Jaya yang kini menjadi warga binaan di Lapas Rajabasa menyatakan tidak akan golput.

“Kita tetap milih dong, enggak boleh golput, itu bukan demokrasi namanya. Ini kan kita pesta demokrasi harus mantap gunakan mata pilih dengan baik dan benar,” kata Kanjeng, sapaan akrabnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID