Diajak Bahas Eks Pasar Griya, Herman HN Cueki DPD RI

Jumat | 10/08/2018 20.55 WIB
Diajak Bahas Eks Pasar Griya, Herman HN Cueki DPD RI
Suasana hearing DPD RI dengan warga eks Kampung Pasar Griya di kantor Perwakilan DPD RI Provinsi Lampung, Jumat (10/8/2018). FOTO RILISLAMPUNG.ID/ El Shinta 

RILIS.ID, Bandarlampung – Polemik warga eks Kampung Pasar Griya Sukarame berlanjut. Anggota DPD RI, Andi Surya, mencoba memediasi warga dan Wali Kota Bandarlampung, Herman HN, melalui rapat dengar pendapat (RDP) di kantor perwakilan DPD RI Provinsi Lampung Jalan Pattimura, Telukbetung Utara, Jumat (10/8/2018).

Namun sayang Herman HN tidak datang dalam undangan yang dihadiri warga eks Kampung Pasar Griya dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung, Alian Setiadi. Untuk itu Andi Surya akan mengundang kembali secara kelembagaan. 

"Kita tidak putus disini, tetap konsisten ke depan. Kalau tidak datang kita undang lagi. Tidak usah emosi, emosi, biasa saja yang penting tahu aturan ketatanegaraan dijalankan," kata Andi Surya.

Dia mengaku heran kenapa pihak pemkot tidak memenuhi undangannya. Padahal selama ini tidak pernah absen. 

"Biasanya DPD ngundang hadir, ini tidak. Ini aneh, nanti akan kita undang lagi. Dua kali, sampai tiga kali. Saya memakai kapasitas sebagai anggota DPD. Tolong buat kronologis di LBH. Jika tidak hadir lagi dipanggil secara kelembagaan, repot juga itu," ujarnya. 

Andi menjelaskan, alasannya memanggil pemkot untuk menjelaskan kronologi penggusuran lahan yang akan dibangun kantor Kejari Lampung. 

"Penting ada ruang komunikasi ini, kita ingin  tahu apa langkah pemkot terhadap lahan yang digusur katanya mau dibangun kantor kejari, katanya sudah ada yang menang tender. Kami punya kewajiban terhadap aspirasi yang muncul dari warga yang tergusur ini," pungkasnya. 

Sementara perwakilan warga, Hasan, berharap DPD RI bisa membantu warga eks Pasar Griya Sukarame memfasilitasi ruang diskusi antara warga dan pemkot. 

"Kami berharap DPD RI secepatnya mengundang pemkot lagi," singkatnya. (*)

 

 

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID