Dibantu Anak-Anak, Massa Menjarah di Tengah Kepulan Asap

Minggu | 18/02/2018 16.39 WIB
Dibantu Anak-Anak, Massa Menjarah di Tengah Kepulan Asap
Massa mengais-ngais sisa kebakaran untuk mencari barang yang bisa diselamatkan di Pasar Natar, Lampung Selatan, Minggu (18/2/2018). FOTO RILIS.ID/El Shinta

RILIS.ID, – BANDARLAMPUNG - Aksi penjarahan oleh massa di Pasar Natar, Lampung Selatan yang hangus terbakar Sabtu (17/2/2018) malam, dilakukan di tengah api yang masih membara dan kepulan asap. Beberapa orang bahkan memanggil anak-anaknya untuk ikut mengais puing dan membawa barang-barang.

Pantauan rilis.id di lokasi, Minggu (18/2/2018) sore, massa berduyun-duyun mendatangi puing-puing kebakaran di blok pedagang pakaian, sepatu, tas, dan barang pecah-belah yang menjadi sumber api.

Tanpa malu-malu, massa yang didominasi kaum perempuan ini mengais puing sisa-sisa reruntuhan bangunan bercampur barang yang sudah dilumat api.

Mereka langsung mengambil apapun di dalam toko yang tak dijaga seperti tas, sepatu, pakaian, mangkuk, piring, dan gelas yang masih bisa digunakan. Di sisi lain, petugas pemadam kebakaran berkeliling di sekitar lokasi yang masih terdapat titik api. 

Asrullah (42), kakak dari pemilik Toko Sepatu Satria mengatakan aksi penjarahan sudah berlangsung sejak Sabtu (17/2) malam. Pemilik toko sudah pasrah lantaran sejak awal banyak yang pura-pura membantu. Namun ternyata tujuannya adalah ”menyelamatkan” barang.

"Ya lihat sendiri saja. Saya nggak bisa berucap apa-apa lagi. Mereka nggak peduli itu barang punya siapa karena nggak ada yang menjaga. Toko milik adik saya barang-barangnya sudah habis," keluhnya. 

Asmanis (51), pemilik toko baju mengalami nasib sama. Penjarahan berlangsung di depan mata kepalanya sendiri. "Sudah pasrah saja saya. Kalau nggak beriman sama Allah mungkin sudah gila saya. Biar saja," kata Asmanis. 

Ia akui sejak semalam, banyak pedagang yang tidak bisa lagi membedakan antara aparat keamanan dan warga biasa. Semua seolah-olah datang membantu mengeluarkan barang dagangan, namun pada akhirnya hilang entah ke mana. (*)

 

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID