Dilantik, Tokoh Muda NU Minta Mukri Tangkal Radikalisme - RILIS.ID
Dilantik, Tokoh Muda NU Minta Mukri Tangkal Radikalisme

Kamis | 03/05/2018 19.45 WIB
Dilantik, Tokoh Muda NU Minta Mukri Tangkal Radikalisme
Koordinator Front Muda Nahdliyin, Een Riansah. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Taufik Rohman

RILIS.ID, Bandarlampung – Ketua Umum PBNU, Prof. Said Aqil Siradj, melantik Ketua Tanfidziah Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Lampung, Prof. Moh. Mukri, di Hotel Marcopolo, Bandarlampung, Kamis (3/5/2018).

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, itu mengalahkan Ketua PWNU Lampung periode sebelumnya, Soleh Bajuri, dalam Konferensi Wilayah ke-10 di Lampung Tengah.

Pada masa khidmat 2018-2023, kepengurusan NU Lampung diharapkan meningkatkan perannya dalam kehidupan masyarakat di Lampung. Tidak terbatas pada warga Nahdliyin, melainkan juga ke seluruh masyarakat baik muslim maupun non-muslim di semua bidang sosial-keagamaan.

”NU periode ini harus menyerahkan diri sepenuhnya untuk umat. Kita ingin melihat peran NU yang lebih besar dalam menemani dan mengadvokasi berbagai persoalan sosial di masyarakat. Tubuh dan jiwa NU untuk umat itu sudah final!” ujar Koordinator Front Muda Nahdliyin, Een Riansah. 

Een mengatakan, NU masih ditunggu gerakannya dalam menangkal radikalisme yang menjangkit di tengah-tengah kaum muda alias generasi milenial. 

”NU harus mampu menyelam dan masuk ke dunia anak-anak muda dan menyentuh mereka agar tidak terjerumus ke dalam aliran pemikiran Islam radikal. Juga mampu merangkul serta maksimalkan potensi anak muda NU,” kata dia. 

Ditanya peran NU dalam Pemilihan Kepala Daerah di Lampung, alumni Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung itu berpesan NU harus terlibat dalam melakukan pendidikan politik ke masyarakat. Namun tidak terjerumus ke dalam politisasi agama. 

Di tempat terpisah, Arif Suhaimi yang merupakan pemuda NU optimistis kepengurusan NU Lampung kali ini lebih solid. Juga yakin semua pengurus berkomitmen untuk membesarkan ormas terbesar di Indonesia yang didirikan oleh kiai-kiai sepuh. 

Kini, masyarakat Lampung dan warga Nahdliyin menunggu langkah transformatif dan inovatif pengurus NU yang baru. Tahun 2018-2023 bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus karena isu radikalisme, politisasi agama, sampai bonus demografi ada di depan mata. (*)

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID