Diperiksa Selama 9 Jam, Kakanwil Kemenkumham Masih Aman

Rabu | 30/05/2018 22.11 WIB
Diperiksa Selama 9 Jam, Kakanwil Kemenkumham Masih Aman
Kakanwil Kemenkumham Provinsi Lampung, Bambang Haryono usai diperiksa selama 9 jam oleh BNNP Lampung. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Bayumi Adinata

RILIS.ID, Bandarlampung – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Provinsi Lampung, Bambang Haryono, menjalani pemeriksaan selama 9 jam oleh BNNP Lampung, Rabu (30/5/2018).

Dalam pemeriksaan itu, BNNP mengajukan 37 pertanyaan kepada Bambang. Hasilnya, untuk sementara keterangan Bambang dinilai cukup. Namun, suatu waktu bakal kembali diperiksa untuk memberikan keterangan susulan.

Pemeriksaan berlangsung sejak pukul 09.00 Wib hingga 18.00. Usai diperiksa, Bambang yang sudah dinanti pers memberikan keterangan.

Bambang mengaku menyesali atas perilaku anak buahnya yang melakukan transaksi narkoba di Lapas Kalianda, Lampung Selatan.

Kejadian itu menuai banyak reaksi di kalangan masyarakat hingga petinggi-petinggi Kemenkumham serta BNN di Jakarta.

Menurut Bambang, dalam pemeriksaan itu dirinya salah satunya ditanya terkait indikasi adanya transaksi narkotika jenis sabu berat lebih kurang4 kg, ekstasi berjumlah lebih kurang 4 ribu butir, uang Rp49.525.000 yang saat itu diamankan BNNP Lampung dalam penangkapan pada Minggu (6/5/2018) sekitar pukul 12.30 yang lalu.

Bambang juga ditanya mengenai surat izin cuti Kalapas Muchlis Adjie. “Saya mendatangani surat cuti tersebut pada Senin (7/5/2018). Surat cuti tersebut sudah kita serahkan ke penyelidik BNNP Lampung,” ujar Bambang.

Apakah Kalapas sebelumnya yang menjabat tidak tahu adanya transaksi narkoba di Lapas Kalianda? Bambang mengklaim dirinya tidak mengetahui kalau Kalapas sebelumnya melakukan peredaran narkoba di Lapas.

“Saya kan belum menjabat menjadi Kakanwil Kemenhumham Lampung pada waktu itu," elak dia.

Sementara, Plt. Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Lampung, Richard Lumban Tobing mengatakan, ada 37 pertanyaan kepada Bambang.  

"Syukurlah beliau kooperatif menjawab pertanyaan yang kita ajukan,” ujarnya.

Menurut Richard, saat ini BNNP merasa cukup mendapat keterangan dari Bambang sehingga boleh pulang.

“Tapi suatu waktu adanya pemanggilan lagi beliau harus datang, karena masih ada pertanyaan yang akan kita sampaikan dalam pemeriksaan susulan nantinya. Untuk waktunya kita belum menentukan kapan akan dipanggil kembali," tutur dia. (*) 

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID