Diresmikan Ridho, PLTA Way Semangka Pemasok Listrik Sumatera
lampung@rilis.id
Sabtu | 17/11/2018 07.55 WIB
Diresmikan Ridho, PLTA Way Semangka Pemasok Listrik Sumatera
Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo saat peresmian PLTA Way Semangka, Jumat (16/11/2018). FOTO: HUMAS PEMPROV LAMPUNG

RILIS.ID, Jakarta – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo meresmikan PLTA Way Semangka, Tanggamus, di Ballroom Shangri-La Hotel Jakarta, Jumat (16/11/2018) malam.

PLTA Way Semangka ini memiliki daya 2 x 28 megawatt (MW) yang berada di kawasan hutan lindung Register 39 Kotaagung, Tanggamus. Tepatnya di utara Blok 10 Dusun Kali Kumbang Pekon Sidomulyo Kecamatan Semangka.

Proyek ini dibangun dan dikembangkan sejak 2011 oleh PT Tanggamus Electric Power (TEP), perusahaan yang dibentuk bersama oleh Midland Power Co Ltd (Komipo), Posco E&C Co Ltd, Kexim investment, PT BS Energi, dan PT Nusantara Hydro Alam.

Proyek tersebut memiliki masa kompensasi sekitar 30 tahun dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan listrik Sumatera.

Listrik disalurkan ke sistem Sumatera melalui jaringan transmisi 150 kilo Volt (kV) sepanjang 33,4 kilometer dari pembangkit ke Gardu Induk (GI) 150 kV Kotaagung yang akan dibangun PLN.

Selain dari ekuitas PT TEP, pendanaan melalui pinjaman dari institusi keuangan yaitu Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) dan Korea Eximbank.

Secara keekonomian, PLTA Semangka layak dibangun. Jika dibandingkan dengan biaya sewa PLTD, proyek ini menghemat subsidi Rp186 miliar per tahun atau Rp5,6 triliun selama 30 tahun.

“Saya berharap dengan selesainya konstruksi pembangunan dan dimulainya pengoperasian PLTA  dapat menambah pasokan daya yang dibutuhkan baik untuk rumah tangga, komersial, maupun kegiatan industri. Hal ini dapat mendukung rencana Provinsi Lampung untuk pengembangan kawasan industri maritim (KIM)," kata Ridho dalam keterangannya yang diterima Rilislampung.id, Sabtu (17/11/2018).

Ridho berharap agar PLTA Way Semangka dapat dikembangkan lagi sehingga akan dapat memberikan pasokan daya listrik yang lebih.

“Kalau PLTA ini tidak dikembangkan, jangankan pasokan daya listrik untuk Sumatera, untuk Kabupaten Tanggamus pun tidak akan cukup," ujarnya.

Selesainya pembangunan PLTA Way Semangka ini menuai apresiasi dari Duta Besar Republik Korea Kim Chang Beom.

“Saya bangga terhadap Gubernur Lampung dan dan CEO Komipo yang mengembangkan industri tenaga listrik di Indonesia dan memimpin kerja sama tenaga kerja yang sangat baik antara Indonesia dan Republik Korea," ucapnya.

Menurut Kim Chang Beom, PLTA tersebut merupakan satu-satunya proyek yang direalisasikan menjadi bisnis sebenarnya. PLTA itu merupakan satu dari 16 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani pemerintah Republik Korea dan Indonesia di Bali pada 2011 silam. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID