DPT Pemilu di Lampung Capai 5,9 Juta dengan 26.208 TPS

Jumat | 24/08/2018 21.17 WIB
DPT Pemilu di Lampung Capai 5,9 Juta dengan 26.208 TPS
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Anto RX

RILIS.ID, Bandarlampung – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota sudah melakukan rapat pleno Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2019 pada 20-21 Agustus lalu.

Namun demikian, KPU Provinsi Lampung harus segera mengakomodir pemilih di lapas. Sebab, pada Pilgub lalu banyak napi tidak dapat memilih. 

Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono, menjelaskan DPT sudah diputuskan dari pleno 15 kabupaten/kota. Jumlah pemilih di Provinsi Lampung mencapai 5.914.926.

Rinciannya 3.022.504 pemilih laki-laki dan pemilih perempuan 2.892.422 orang, tersebar di 26.208 TPS (Tempat Pemungutan Suara), 2.640 desa/kelurahan dan 228 kecamatan. 

"Jumlah itu sudah sama dengan sistem sidalih (sistem informasi data pemilih), hanya kami ini diwajibkan oleh  KPU RI untuk mengakomodir pemilih lapas. Jadi intinya, kami kemarin rakor berdasarkan surat edaran KPU, kami diminta sudah mendata detail alamat penghuni lapas sesuai E-KTP," kata Nanang Trenggono via whatsapp, Jumat (24/8/2018). 

Mereka sudah meminta data tersebut kepada Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Lampung terkait data penghuni lapas. 

"Kami sudah minta ke Kanwil Kemenkumham, kami minta data penghuni lapas di wilayah lampung sampai 27 April  2019,  sudah dikasih data penghuni, data by name itu harus mendata sesuai alamat masing-masing. Misal lapas Wayhuwi, misal ada 2000 orang, dari lamsel berapa, dari kabupaten kota di luar Lamsel berapa orang, kemudian berapa orang di luar Lampung," kata Nanang. 

Sehingga nanti sudah ada panitia pemungutan suara di lapas. Misalnya, Lamsel dari 2000 ada 500 orang, berarti diberi surat suara pilpres, DPR RI, DPD, DPRD provinsi dan kabupaten/kota. “Karena tanggal 6 September harus lebih detail," katanya. 

Sementara itu,  Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah juga menyoroti potensi-potensi pelanggaran terkait daftar pemilih tersebut. 

"Ada surat edaran dari KPU bahwa penetapan berdasarkan sidalih. Tapi sekarang sidalih sedang error, ada kendala karena tidak bisa buka sidalih. Kita monitoring terus. Nanti kita melihat daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP). Apabila ada perbedaan maka kita konfirmasi," ungkapnya. (*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID