DTPH: Penyuluh Harus Bisa Menulis!
lampung@rilis.id
Rabu | 14/11/2018 11.14 WIB
DTPH: Penyuluh Harus Bisa Menulis!
Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung menggelar sinkronisasi kebijakan penyuluhan di Kabupaten Tulangbawang Barat, Rabu (14/11/2018). FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Tulangbawang Barat – Setelah menggelar kegiatan sinkronisasi kebijakan penyuluhan di Lampung Tengah dan Lampung Utara pada Selasa (13/11/2018), Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Provinsi Lampung kembali menggelar kegiatan yang sama di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Rabu (14/11/2018).

Dalam kegiatan tersebut, penyuluh se-Tubaba juga mendapatkan pembekalan pengetahuan tentang menulis yang disampaikan CEO Rilis.ID non-aktif Ilham Mendrofa dan mantan Pemimpin Redaksi Radar Lampung Wirahadikusumah.

Dalam sambutannya, Sekretaris DTPH Lampung Novalia mengatakan, saat ini penyuluh tidak hanya dituntut untuk menyuluh petani, tetapi juga menyampaikan informasi tentang wilayah penyuluhannya melalui media. Baik itu media sosial mau pun cyber extention yang memang sudah disiapkan oleh pemerintah untuk tempat mengunggah tulisan-tulisan yang dihasilkan oleh penyuluh.

“Untuk itu, saat ini penyuluh dituntut harus bisa menulis," kata alumni Fakultas Pertanian Universitas Lampung tersebut kepada penyuluh se-Tubaba.

Dia melanjutkan, penyuluh harus bisa berpikir bahwa bagaimana untuk tidak ketinggalan informasi dan menyampaikan informasi.

“Sekarang juga zaman IT. Semua serba IT. Kita sebagai penyuluh jangan sampai ketinggalan. Sampaikan informasi di wilayah penyuluhan kita melalui semua media yang ada,. Bentuknya bisa dalam gambar mau pun tulisan," jelasnya.

Untuk itulah, kata dia, dalam kegiatan sinkronisasi ini, pihaknya menggandeng CEO Rilis.ID non-aktif Ilham Mendrofa untuk membekali pengetahuan tentang penulisan kepada penyuluh.

"Jadi saat ini kita dituntut bisa mempublikasikan semua aktivitas kita baik tanam, panen dan sebagainya untuk dipublikasikan ke media sosial. Kita juga ada cyber extension," katanya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Tubaba Syamsul Komar mengungkapkan terima kasih atas kehadiran DTPH Lampung dan pemateri penulisan yang menyempatkan diri hadir.

“Saya minta kepada penyuluh semua ikuti kegiatan ini dengan baik. Untuk menambah bekal pengetahuan kita," katanya.

Senada disampaikan Kepala UPTD Penyuluhan DTPH Maria Jojor. Dia mengatakan, sebenarnya pemerintah sudah menyiapkan honor bagi penyuluh yang tulisannya diupload di cyber extention.

“Nilainya sebesar Rp100 ribu per tulisan. Jadi, mari kita serap ilmu penulisan yang disampaikan pemateri. Semakin banyak tulisan yang tertulis, semakin banyak penyuluh mendapat penghasilan tambahan," ujarnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID